Pesantren Kilat (PESILAT) Mahasiswa IKOR 2026: Membangun Karakter Religius di Bulan Ramadhan

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pesantren Kilat
(PESILAT) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu
Keolahragaan. Kegiatan ini merupakan program keagamaan yang dirancang khusus
untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai
ibadah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mencakup berbagai rangkaian seperti
tausiyah, tilawah Al-Qur’an, kajian Ramadhan, mengaji bersama, serta penyaluran
donasi kepada anak-anak panti asuhan. Tidak hanya berfokus pada aspek
spiritual, kegiatan ini juga dipadukan dengan pengenalan olahraga tradisional
sebagai bentuk edukasi budaya dan peningkatan kreativitas peserta. Dengan
demikian, PESILAT menjadi kegiatan yang tidak hanya memperkuat nilai religius
tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan edukatif bagi seluruh peserta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa
Prodi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas
Negeri Surabaya yang terdiri dari panitia pelaksana, pengurus, serta mahasiswa
yang terlibat secara aktif. Selain sebagai penyelenggara, mahasiswa juga
berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan, seperti memandu acara, memberikan
materi, dan berinteraksi langsung dengan peserta. Sasaran utama kegiatan ini
adalah anak-anak dari Panti Asuhan Aisyiyah yang menjadi peserta utama dalam
seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pihak
pembina, dosen pendamping, serta kemungkinan dukungan dari pihak lain yang
turut berkontribusi dalam kelancaran acara. Dengan keterlibatan berbagai pihak,
kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak
positif bagi semua yang terlibat.
Pesantren Kilat ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal
12 Maret 2026, dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga selesai pada malam hari.
Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh dengan susunan acara yang telah
dirancang secara terstruktur dan sistematis. Rangkaian kegiatan dimulai dari
berkumpul dan briefing panitia, dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi,
persiapan, serta pembukaan acara. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai
kegiatan inti seperti tilawah, sambutan, kajian Ramadhan, ice breaking, hingga
mengaji bersama. Menjelang waktu berbuka, peserta melakukan persiapan,
melaksanakan sholat Maghrib, dan dilanjutkan dengan makan bersama. Kegiatan
diakhiri dengan penyerahan donasi, sesi foto bersama, serta penutupan. Jadwal
yang tersusun rapi ini bertujuan agar seluruh kegiatan dapat berjalan efektif
dan efisien.
Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah
Wiyung, Surabaya. Lokasi ini merupakan asrama bagi anak yatim dan dhuafa yang
menjadi sasaran utama kegiatan PESILAT. Pemilihan tempat ini didasarkan pada
tujuan kegiatan yaitu untuk berbagi kebahagiaan, meningkatkan kepedulian
sosial, serta memberikan manfaat langsung kepada anak-anak yang membutuhkan.
Selain itu, lokasi panti asuhan juga memungkinkan terjadinya interaksi yang
lebih dekat antara mahasiswa dan peserta, sehingga tercipta suasana
kekeluargaan yang hangat. Dengan dilaksanakannya kegiatan di lingkungan panti,
diharapkan nilai-nilai empati, kebersamaan, dan solidaritas dapat tumbuh secara
nyata dalam diri seluruh peserta.
Kegiatan Pesantren Kilat ini diadakan karena
dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, terutama
di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga
bertujuan untuk menumbuhkan rasa syukur, kepedulian sosial, serta mempererat
ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa dan masyarakat. Banyak mahasiswa yang
belum memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan sosial keagamaan, sehingga
kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat berharga. Pelaksanaan
kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa dan
peserta terlibat aktif dalam setiap rangkaian acara, mulai dari kegiatan
ibadah, diskusi keagamaan, hingga aktivitas sosial seperti berbagi dan
pemberian donasi. Dengan metode tersebut, diharapkan peserta tidak hanya
mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman emosional dan spiritual yang
mendalam sehingga dapat membentuk karakter yang lebih baik.
