Physiological Respons of Exercise

IKOR.fio.unesa.ac.id, Surabaya - Sport and Health Institute menyelenggarakan acara Seminar Nasional dengan tema Physiological Respons of Exercise, pada hari Minggu, 7 Juni 2020, pukul 09.00 WIB secara online. Acara ini dipimpin oleh Junian Cahyanto Wibowo, S.Or. sebagai moderator dengan mendatangkan narasumber dr. Arina Windri Rivarti, Riskah Nur’amalia, S.Fl., Physio., M. Biomed., dan Risqa Inayati, S. Si. Terdapat kendala pada pemateri terakhir dikarenakan jaringan dan laptop, begitu yang disampaikan Via selaku Contact Person acara. Tetapi pihak panitia dengan sigap mengambil langkah untuk menambah materi dengan narasumber Junian Cahyanto, S.Or, dan mendapat respon positif dari peserta.
Terselenggaranya acara ini bertujuan untuk menyampaikan manfaat exercise atau olahraga bagi kesehatan tubuh. Terutama bagi lansia, Arina Windri Rivarti menyampaikan jika sebanyak 74,7 juta populasi mengalami demensia (penyakit yang ditandai dengan penurunan daya ingat/memori dan proses berfikir karena penuaan) dan akan meningkat 2 kali lipat pada tahun 2050 sebanyak 131,5 juta populasi dan pastinya akan meningkatkan biaya pengobatan pada setiap negara. Peneliti mencari solusi dan menemukan terapi exercise/olahraga yang tidak memiliki efek samping seperti terapi farmakologi/obat-obatan. Studi lain juga menemukan hal yang sama yaitu penurunan resiko dari cognitive decline sebanyak 38% pada aktivitas fisik level tinggi, dan 35% pada level menengah.
Riskah Nur’amalia menyampaikan bahwa aktivitas fisik atau exercise sangat bermanfaat bagi lansia. Misalnya, endurance exercise dapat meningkatkan aktivitas antioksidan praseluler pada otot skelet, dan efektif terhadap pencegahan dan interferensi penyakit-penyakit terkait dengan stres oksidatif. Kemudian latihan beban efektif untuk melawan penurunan masa otot dan kekuatan pada lansia. Tetapi latihan ini diperlukan pengawasan dan edukasi exercise untuk lansia.
Adapun tahapan-tahapan olahraga yang dianjurkan yaitu pemanasan 5-10 menit intensitas rendah, kemudian latihan inti maksimal dilakukan selama 60 menit untuk aerobik, olahraga beban, fleksibilitas maupun rekreasi, setelah latihan inti, lakukan pendinginan seperti gerakan pemanasan, dan yang terakhir adalah melakukan peregangan selama 10 menit. Tentu saja hal ini dapat berbeda-beda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing orang lanjut usia dan frekuensi olahraga yang dilakukannya selama ini.
Semoga dengan adanya acara ini dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya olahraga dan kesehatan. Terutama bagi peserta yang berpartisipasi pada kegiatan ini, dapat menggunakan ilmu yang telah didapat, kemudian mengimplementasikan kepada lansia di masyarakat atau keluarga. Karena berawal dari kepedulian kecil akan mendapatkan banyak perubahan.
by Okta Adijaya
Materi bisa diunduh pada link di bawah ini :
Download