LAPORAN
EVALUASI BERKALA PELAKSANAAN PENELITIAN
PROGRAM
STUDI S1 ILMU KEOLAHRAGAAN
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
TAHUN
2023
RINGKASAN
EKSEKUTIF
Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan Penelitian Program Studi S1 Ilmu
Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri
Surabaya disusun sebagai instrumen evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan
penelitian dosen sekaligus sebagai dasar penguatan arah dan strategi
pengembangan penelitian Program Studi. Evaluasi tahun 2023 menjadi penting
karena memberikan gambaran kondisi awal sebelum implementasi Peta Jalan
Penelitian (Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031.
Roadmap tersebut diarahkan untuk membangun budaya penelitian yang kuat,
mengembangkan inovasi teknologi, memperluas kolaborasi, serta menghasilkan
penelitian yang memberikan dampak nyata bagi olahraga, kesehatan,
masyarakat, dan industri.
Berdasarkan data pelaksanaan penelitian tahun 2023, terdapat 12
kegiatan penelitian dengan total pendanaan sebesar Rp544.008.750.
Kegiatan tersebut terdiri atas 2 penelitian bersumber dana APBN dengan total
Rp304.008.750 dan 10 penelitian bersumber dana non-APBN dengan total
Rp240.000.000. Komposisi pendanaan tersebut menunjukkan bahwa Program Studi
telah memiliki akses terhadap berbagai skema pendanaan penelitian, baik melalui
program pendanaan pemerintah maupun pendanaan kompetitif internal.
Secara substantif, penelitian yang dilaksanakan menunjukkan keragaman
tema yang mencakup teknologi olahraga, pengukuran dan evaluasi performa,
pembinaan olahraga, pencegahan cedera, model latihan, olahraga rekreasi,
industri olahraga, aktivitas fisik, kesehatan mental, kesehatan masyarakat,
serta aspek kesehatan dan kualitas hidup. Keragaman tersebut menunjukkan
bahwa kegiatan penelitian telah mencerminkan karakter multidisiplin ilmu
keolahragaan dan memiliki keterkaitan dengan tema unggulan yang ditetapkan
dalam roadmap Program Studi.
Salah satu kekuatan utama yang teridentifikasi adalah munculnya
penelitian berbasis teknologi dan inovasi olahraga, antara lain
pengembangan alat pelempar shuttlecock otomatis, alat ukur kelincahan berbasis
sensor, serta sistem monitoring push-up berbasis ESP32. Penelitian tersebut
memberikan fondasi bagi pengembangan produk, prototipe, dan teknologi aplikatif
sebagaimana diarahkan dalam roadmap. Pada tahap pengembangan dan integrasi
tahun 2026–2027, roadmap menargetkan pengembangan model, prototipe, produk
inovatif, teknologi wearable, analitik olahraga, serta sistem monitoring dan
evaluasi digital.
Penelitian di bidang pembinaan olahraga juga menunjukkan keterkaitan
yang kuat dengan kebutuhan pengembangan sport science. Penelitian
mengenai kekuatan hamstring, kondisi fisik pemain sepak bola, model latihan
pickleball, dan evaluasi pembinaan olahraga petanque memberikan kontribusi
terhadap penguatan basis ilmiah dalam proses pembinaan dan peningkatan performa
olahraga.
Selain itu, penelitian mengenai olahraga rekreasi, industri olahraga,
aktivitas fisik, stres, coping, kepuasan hidup, higiene dan keamanan pangan,
serta kesehatan perempuan memperlihatkan bahwa penelitian Program Studi tidak
terbatas pada aspek prestasi olahraga, tetapi juga mencakup dimensi kesehatan
dan sosial masyarakat. Hal tersebut mendukung arah roadmap yang
mengintegrasikan ilmu keolahragaan dengan kesehatan masyarakat, olahraga
rekreasi, industri olahraga, serta pemberdayaan masyarakat.
Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa masih terdapat ruang pengembangan,
terutama dalam hal peningkatan penelitian kolaboratif, diversifikasi sumber
pendanaan, peningkatan publikasi internasional, pengembangan HKI, kesinambungan
penelitian multi-tahun, serta hilirisasi hasil penelitian. Hal ini penting
karena roadmap menempatkan kolaborasi nasional dan internasional, pendanaan
riset berkelanjutan, publikasi dan HKI berkualitas, kemitraan dengan dunia
usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi sebagai faktor pendukung
keberhasilan implementasi roadmap.
Secara keseluruhan, pelaksanaan penelitian tahun 2023 menunjukkan fondasi
penelitian yang positif dan relevan bagi pengembangan Program Studi.
Portofolio penelitian yang telah terbentuk dapat menjadi modal awal untuk
memasuki tahap Penguatan Dasar dan Konsolidasi tahun 2024–2025 serta tahap
Pengembangan dan Integrasi tahun 2026–2027. Dengan evaluasi yang dilakukan
secara berkala dan tindak lanjut yang terarah, Program Studi diharapkan mampu
meningkatkan kualitas dan daya saing penelitian secara berkelanjutan, tidak
hanya dalam menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dalam menghasilkan
inovasi, HKI, produk dan layanan, model pembinaan, kebijakan berbasis bukti,
serta kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi olahraga dan kesehatan
masyarakat.
A. Pendahuluan
Penelitian
merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi
sekaligus instrumen strategis bagi Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK
Universitas Negeri Surabaya dalam mengembangkan keilmuan, meningkatkan
kompetensi dosen, menghasilkan inovasi, serta memberikan kontribusi terhadap
penyelesaian berbagai permasalahan di bidang olahraga dan kesehatan.
Pelaksanaan
penelitian di Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan diarahkan untuk mendukung visi
Program Studi, yaitu menghasilkan lulusan yang unggul dan berkompeten di bidang
Ilmu Keolahragaan dan Teknologi, berbasis penelitian, adaptif, serta memiliki
daya saing global. Arah tersebut diperkuat melalui Peta Jalan Penelitian
(Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031,
yang menempatkan penelitian sebagai basis pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi olahraga, kesehatan, inovasi, kolaborasi, serta hilirisasi hasil
penelitian.

Peta jalan penelitian tersebut terdiri atas empat tahapan strategis, yaitu: (1) Penguatan Dasar dan Konsolidasi tahun 2024–2025, (2) Pengembangan dan Integrasi tahun 2026–2027, (3) Penguatan Daya Saing dan Kolaborasi tahun 2028–2029, serta (4) Keunggulan dan Dampak Global tahun 2030–2031.
Laporan
evaluasi berkala ini disusun untuk menilai pelaksanaan penelitian dosen Program
Studi S1 Ilmu Keolahragaan pada tahun 2023, terutama dari aspek jumlah
penelitian, keterlibatan dosen, sumber pendanaan, skema penelitian, besaran
dana, kesesuaian tema dengan bidang unggulan penelitian, serta keterkaitannya
dengan arah pengembangan penelitian Program Studi.
Tahun
2023 dalam laporan ini diposisikan sebagai tahun baseline sebelum periode
implementasi roadmap 2024–2031. Dengan demikian, hasil evaluasi tahun 2023
menjadi dasar untuk melihat kesiapan dan kesinambungan pengembangan penelitian
pada periode roadmap berikutnya.
B. Tujuan
Evaluasi
Evaluasi berkala pelaksanaan penelitian
bertujuan untuk:
- mengetahui
tingkat pelaksanaan penelitian dosen Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan;
- mengidentifikasi
sumber dan skema pendanaan penelitian;
- mengevaluasi
keterlibatan dosen sebagai ketua maupun anggota penelitian;
- memetakan
tema penelitian berdasarkan bidang unggulan Program Studi;
- menilai
keterkaitan penelitian dengan arah Peta Jalan Penelitian Program Studi;
- mengidentifikasi
kekuatan dan area yang masih perlu dikembangkan dalam pelaksanaan
penelitian;
- menjadi dasar
penyusunan tindak lanjut dan strategi peningkatan kualitas penelitian pada
periode berikutnya.
C. Data
Pelaksanaan Penelitian Tahun 2023
Berdasarkan
data yang tersedia, pada tahun 2023 terdapat 12 kegiatan penelitian yang
dilaksanakan oleh dosen yang terlibat dalam Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan,
terdiri atas 2 penelitian yang bersumber dari dana APBN dan 10
penelitian yang bersumber dari dana non-APBN.
Tabel
1. Rekapitulasi Pelaksanaan Penelitian Tahun 2023
|
No. |
Sumber Dana |
Jumlah Penelitian |
Total Dana |
|
1 |
APBN |
2 |
Rp304.008.750 |
|
2 |
Non-APBN |
10 |
Rp240.000.000 |
|
Total |
APBN
+ Non-APBN |
12 |
Rp544.008.750 |
Berdasarkan
tabel tersebut, total dana penelitian yang teridentifikasi pada tahun 2023
mencapai Rp544.008.750. Dari total tersebut, pendanaan APBN sebesar Rp304.008.750,
sedangkan pendanaan non-APBN sebesar Rp240.000.000.
Secara
proporsional, pendanaan APBN memberikan kontribusi sekitar 55,88% dari
total dana penelitian, sedangkan pendanaan non-APBN memberikan kontribusi
sekitar 44,12%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian
Program Studi telah memperoleh dukungan pendanaan yang relatif beragam, baik
melalui skema pendanaan pemerintah maupun melalui skema internal/kompetitif
non-APBN.
D. Evaluasi
Berdasarkan Sumber Pendanaan
1. Penelitian
Bersumber Dana APBN
Pada
tahun 2023 terdapat dua kegiatan penelitian dengan sumber pendanaan APBN
melalui Program Matching Fund dan Hilirisasi Produk Penelitian Terapan Batch
III Tahun Anggaran 2023.
|
No. |
Ketua/Anggota |
Judul
Penelitian |
Jabatan |
Dana |
|
1 |
Afif
Rusdiawan, S.Pd., M.Kes. |
Pengembangan
Alat Pelempar Shuttlecock Otomatis untuk Mengetahui Perkembangan Performa
Atlet Badminton |
Ketua |
Rp189.100.000 |
|
2 |
Testa
Adi Nugraha, S.Pd., M.Pd. |
Pengembangan
Alat Ukur The Alacrity sebagai Pengukur Kelincahan Berbasis Sensor |
Anggota |
Rp114.908.750 |
|
Total |
Rp304.008.750 |
Dua
penelitian tersebut menunjukkan karakter penelitian yang kuat pada aspek teknologi
olahraga, pengembangan instrumen, pengukuran performa, dan hilirisasi produk
penelitian terapan.
Penelitian
mengenai alat pelempar shuttlecock otomatis memiliki relevansi dengan
pengembangan teknologi olahraga dan peningkatan performa atlet. Sementara itu,
penelitian mengenai alat ukur The Alacrity berbasis sensor menunjukkan
pengembangan teknologi pengukuran kelincahan yang mendukung kebutuhan sport
science.
Kedua
penelitian tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan arah roadmap Program
Studi yang menempatkan Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Evaluasi
Olahraga dan Kesehatan, serta Pembinaan Olahraga sebagai tema
unggulan penelitian. Roadmap juga secara eksplisit mengarahkan penelitian pada
pengembangan teknologi, prototipe, produk inovatif, dan teknologi aplikatif.
2. Penelitian
Bersumber Dana Non-APBN
Penelitian
dengan sumber dana non-APBN pada tahun 2023 berjumlah 10 penelitian
dengan total pendanaan Rp240.000.000. Penelitian tersebut mencakup
berbagai tema, mulai dari teknologi olahraga, pencegahan cedera, kondisi fisik
atlet, model latihan, aktivitas fisik, kesehatan mental, olahraga rekreasi,
industri olahraga, keamanan pangan, kesehatan perempuan, hingga pembinaan
olahraga.
Keragaman
tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian Program Studi telah mencakup
multidisiplin bidang ilmu keolahragaan dan kesehatan.
Tabel
2. Penelitian non-APBN Tahun 2023
|
No. |
Peneliti |
Fokus
Penelitian |
Skema |
Dana |
|
1 |
Afif
Rusdiawan, S.Pd., M.Kes. |
Teknologi
monitoring push-up berbasis ESP32 dan sensor jarak |
Penelitian
Pengembangan Produk Inovasi |
Rp50.000.000 |
|
2 |
Awang
Firmansyah, S.Or., M.Kes. |
Pengukuran
kekuatan hamstring dan risiko cedera |
Penelitian
PUI |
Rp40.000.000 |
|
3 |
Drs.
Fatkur Rohman Kafrawi, M.Pd. |
Penguluran
otot dan masase olahraga pada pemain sepak bola |
Penelitian
Dasar Studi Dalam Negeri |
Rp30.000.000 |
|
4 |
Panji
Bana, M.Pd. |
Model
latihan kekuatan, koordinasi dan kelincahan untuk pickleball |
Penelitian
Dasar Studi Dalam Negeri |
Rp30.000.000 |
|
5 |
Dr.
Pudjijuniarto, M.Pd. |
Aktivitas
fisik, persepsi stres dan coping mahasiswa |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
6 |
Dita
Yuliastrid, S.Si., M.Kes. |
Partisipasi
olahraga, stres dan kepuasan hidup mahasiswa |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
7 |
Dr.
Hijrin Fithroni, S.Or., M.Pd. |
Festival
olahraga rekreasi dan pengembangan industri |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
8 |
Yetty
Septiani Mustar, S.KM., M.P.H. |
Higiene
dan keamanan pangan mahasiswa olahraga dan nonolahraga |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
9 |
Prof.
Dr. Noortje Anita K, M.Kes. |
Static
dynamic yoga dan kesehatan serta keseimbangan wanita perimenopause |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
10 |
Dr.
Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd. |
Evaluasi
pembinaan olahraga petanque |
Penelitian
Dasar FIKK |
Rp15.000.000 |
|
Total |
Rp240.000.000 |
E. Evaluasi
Kesesuaian Penelitian dengan Tema Unggulan Roadmap
Peta
Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan menetapkan delapan tema unggulan,
yaitu:
- Ilmu
Keolahragaan;
- Pembinaan
Olahraga;
- Olahraga
Pariwisata dan Rekreasi;
- Industri
Olahraga;
- Teknologi
Olahraga dan Kesehatan;
- Kesehatan
Lingkungan dan Masyarakat;
- Evaluasi
Olahraga dan Kesehatan;
- Promosi
Kesehatan dan Informasi Gizi.
Berdasarkan
pemetaan terhadap judul penelitian tahun 2023, seluruh penelitian dapat
dikaitkan dengan tema unggulan tersebut.
Tabel
3. Pemetaan Penelitian terhadap Tema Unggulan
|
Tema Unggulan |
Contoh Penelitian |
Kesesuaian |
|
Ilmu
Keolahragaan |
Aktivitas
fisik, stres, coping, partisipasi olahraga |
Tinggi |
|
Pembinaan
Olahraga |
Evaluasi
pembinaan petanque; model latihan pickleball |
Tinggi |
|
Olahraga
Pariwisata dan Rekreasi |
Festival
Olahraga Rekreasi Daerah |
Tinggi |
|
Industri
Olahraga |
Pengembangan
event olahraga dan industri |
Tinggi |
|
Teknologi
Olahraga dan Kesehatan |
Shuttlecock
otomatis; sensor kelincahan; monitoring push-up |
Sangat Tinggi |
|
Kesehatan
Lingkungan dan Masyarakat |
Higiene
dan keamanan pangan |
Tinggi |
|
Evaluasi
Olahraga dan Kesehatan |
Pengukuran
performa, risiko cedera, evaluasi pembinaan |
Sangat Tinggi |
|
Promosi
Kesehatan dan Informasi Gizi |
Penelitian
terkait kesehatan, perilaku dan kualitas hidup |
Sedang–Tinggi |
Hasil
pemetaan menunjukkan bahwa portofolio penelitian tahun 2023 telah memiliki kesesuaian
substantif yang kuat dengan tema unggulan penelitian Program Studi.
Khususnya, penelitian berbasis teknologi olahraga, evaluasi performa, pembinaan
olahraga, olahraga rekreasi, dan kesehatan telah menjadi bagian penting dari
aktivitas penelitian dosen.
F. Evaluasi
terhadap Arah Pengembangan Roadmap
Meskipun
data yang dievaluasi merupakan penelitian tahun 2023, penelitian tersebut dapat
digunakan sebagai baseline untuk implementasi roadmap penelitian tahun
2024–2031.
Roadmap
menetapkan periode 2024–2025 sebagai tahap Penguatan Dasar dan Konsolidasi,
yang berfokus pada pemetaan potensi riset, penguatan SDM peneliti, pembangunan
budaya penelitian, pengembangan infrastruktur penelitian, peningkatan
kompetensi, serta identifikasi tema unggulan.
Ditinjau
dari portofolio tahun 2023, terdapat sejumlah modal awal yang telah tersedia
sebelum memasuki periode roadmap tersebut.
1. Pengembangan
teknologi olahraga
Penelitian
mengenai alat pelempar shuttlecock otomatis, alat ukur kelincahan berbasis
sensor, dan sistem monitoring push-up berbasis ESP32 menunjukkan bahwa Program
Studi telah memiliki pengalaman dalam penelitian teknologi olahraga.
Hal
ini menjadi modal penting untuk memasuki tahap pengembangan dan integrasi tahun
2026–2027, ketika roadmap mengarahkan penelitian pada pengembangan model,
prototipe, produk inovatif, teknologi aplikatif, wearable technology,
analitik olahraga, serta sistem monitoring dan evaluasi digital.
2. Penguatan
sport science dan pembinaan olahraga
Penelitian
mengenai performa atlet, kekuatan hamstring, kondisi fisik pemain sepak bola,
model latihan pickleball, dan evaluasi pembinaan petanque menunjukkan bahwa
penelitian telah diarahkan pada kebutuhan nyata pembinaan olahraga.
Arah
tersebut sejalan dengan pengembangan model pembinaan berbasis sport science
yang menjadi salah satu fokus utama roadmap.
3. Pengembangan
olahraga rekreasi dan industri olahraga
Penelitian
mengenai Festival Olahraga Rekreasi Daerah Jawa Timur menunjukkan adanya
perhatian terhadap olahraga rekreasi sekaligus keterkaitannya dengan
pengembangan industri olahraga. Hal ini sejalan dengan tema unggulan Program
Studi pada bidang Olahraga Pariwisata dan Rekreasi serta Industri
Olahraga.
4. Penguatan
penelitian kesehatan dan masyarakat
Penelitian
mengenai aktivitas fisik, stres, coping, kepuasan hidup, higiene dan keamanan
pangan, serta kesehatan dan keseimbangan wanita menunjukkan bahwa penelitian
Program Studi tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga pada
kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Hal
ini sejalan dengan arah roadmap yang mengintegrasikan ilmu keolahragaan dengan
kesehatan masyarakat serta pengembangan model promotif dan preventif berbasis
komunitas.
G. Evaluasi
Keterlibatan Dosen
Berdasarkan
data tahun 2023, keterlibatan dosen dalam penelitian menunjukkan adanya
partisipasi baik sebagai ketua maupun anggota penelitian.
Dua
penelitian APBN memperlihatkan pola kolaborasi antardosen, yaitu Afif Rusdiawan
sebagai ketua pada salah satu penelitian dan Testa Adi Nugraha sebagai anggota
pada penelitian lainnya. Kondisi ini menunjukkan adanya awal penguatan
kolaborasi dalam pengembangan penelitian berbasis teknologi.
Sementara
itu, pada penelitian non-APBN sebagian besar kegiatan penelitian dilaksanakan
oleh dosen sebagai ketua penelitian. Hal ini menunjukkan kapasitas dosen untuk
memimpin penelitian telah berkembang, namun sekaligus memberikan peluang untuk
meningkatkan kolaborasi lintas bidang, lintas kelompok riset, lintas program
studi, maupun kolaborasi eksternal.
Arah
tersebut penting karena roadmap tahap berikutnya menekankan penguatan
kolaborasi nasional dan internasional, implementasi hasil riset berbasis bukti,
serta hilirisasi inovasi olahraga dan kesehatan.
H. Evaluasi
Pendanaan Penelitian
Total
dana penelitian tahun 2023 sebesar Rp544.008.750 menunjukkan adanya
dukungan pendanaan yang cukup kuat untuk kegiatan penelitian.
Pendanaan
terbesar berasal dari skema APBN melalui program Matching Fund dan hilirisasi
produk penelitian terapan. Hal tersebut menjadi indikator positif karena
penelitian dengan pendanaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penelitian
dasar, tetapi juga memiliki karakter pengembangan dan hilirisasi produk.
Sementara
itu, keberadaan penelitian dengan dana non-APBN menunjukkan bahwa Program Studi
juga memiliki akses terhadap sumber pendanaan internal dan kompetitif.
Namun
demikian, berdasarkan arah roadmap, penguatan pendanaan penelitian perlu terus
dilakukan secara berkelanjutan melalui diversifikasi sumber pendanaan,
peningkatan keterlibatan dalam hibah kompetitif nasional dan internasional,
serta pengembangan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Roadmap secara
eksplisit menempatkan pendanaan riset berkelanjutan, kolaborasi nasional dan
internasional, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta hilirisasi
riset sebagai faktor pendukung keberhasilan implementasi roadmap.
I. Kekuatan
Pelaksanaan Penelitian
Berdasarkan
hasil evaluasi, beberapa kekuatan pelaksanaan penelitian Program Studi adalah
sebagai berikut:
- Jumlah
dan variasi penelitian cukup beragam, dengan 12
kegiatan penelitian pada tahun 2023.
- Sumber
pendanaan beragam, meliputi APBN dan non-APBN.
- Terdapat
penelitian dengan nilai pendanaan relatif besar,
terutama pada skema Matching Fund dan penelitian pengembangan produk
inovasi.
- Penelitian
telah mencakup teknologi olahraga, yang merupakan
salah satu arah strategis roadmap.
- Penelitian
mencakup bidang pembinaan olahraga dan performa atlet,
sehingga mendukung pengembangan sport science.
- Penelitian
kesehatan dan masyarakat telah berkembang,
menunjukkan pendekatan ilmu keolahragaan yang multidimensional.
- Terdapat
potensi hilirisasi, terutama pada penelitian yang
menghasilkan alat, instrumen, sistem monitoring, dan teknologi olahraga.
- Portofolio
penelitian tahun 2023 telah menyediakan fondasi awal yang relevan untuk
memasuki roadmap penelitian 2024–2031.
J. Area
yang Perlu Ditingkatkan
Meskipun
pelaksanaan penelitian menunjukkan capaian yang positif, beberapa aspek masih
perlu diperkuat secara berkelanjutan.
1. Peningkatan
penelitian kolaboratif
Penelitian perlu semakin
diarahkan pada kolaborasi antarbidang keilmuan dan antarpeneliti. Kolaborasi
tersebut dapat diperluas dengan program studi lain, fakultas lain, perguruan
tinggi, lembaga pemerintah, komunitas olahraga, maupun dunia usaha dan industri.
2. Peningkatan
publikasi internasional
Roadmap menargetkan
peningkatan publikasi internasional dan penguatan reputasi penelitian. Oleh
karena itu, hasil penelitian perlu diarahkan secara lebih sistematis menuju
publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional
bereputasi.
3. Peningkatan
HKI dan hilirisasi
Penelitian berbasis
teknologi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi prototipe, HKI, produk
inovatif, atau layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
4. Penguatan
keberlanjutan penelitian
Penelitian perlu
dikembangkan secara berjenjang dari penelitian dasar → penelitian terapan →
prototipe → validasi → hilirisasi → implementasi sehingga tidak berhenti
pada publikasi ilmiah.
5. Diversifikasi
pendanaan
Program Studi
perlu meningkatkan proporsi penelitian yang didukung oleh hibah kompetitif
nasional, kerja sama industri, mitra pemerintah, serta sumber pendanaan
internasional.
K. Rencana
Tindak Lanjut
Berdasarkan
hasil evaluasi, Program Studi menetapkan beberapa rencana tindak lanjut sebagai
berikut.
|
No. |
Temuan
Evaluasi |
Rencana
Tindak Lanjut |
Indikator
Keberhasilan |
|
1 |
Penelitian
sudah beragam tetapi belum seluruhnya terintegrasi dalam roadmap |
Melakukan
pemetaan seluruh penelitian terhadap tema dan tahapan roadmap |
Seluruh
penelitian terpetakan dalam roadmap |
|
2 |
Penelitian
teknologi olahraga sudah berkembang |
Mendorong
pengembangan prototipe dan produk inovatif |
Peningkatan
prototipe/HKI/produk |
|
3 |
Kolaborasi
masih perlu diperkuat |
Membentuk
dan memperkuat kelompok riset |
Peningkatan
penelitian kolaboratif |
|
4 |
Pendanaan
sudah berasal dari beberapa sumber |
Meningkatkan
pengajuan hibah nasional dan internasional |
Peningkatan
jumlah dan nilai hibah |
|
5 |
Potensi
hilirisasi telah tersedia |
Membentuk
mekanisme pendampingan hilirisasi hasil penelitian |
Peningkatan
produk/layanan yang dihilirisasi |
|
6 |
Publikasi
perlu ditingkatkan |
Pendampingan
penulisan artikel dan publikasi |
Peningkatan
publikasi nasional/internasional |
|
7 |
Penelitian
kesehatan dan olahraga sudah berkembang |
Mengintegrasikan
riset olahraga, kesehatan dan masyarakat |
Munculnya
penelitian multidisiplin |
|
8 |
Belum
semua penelitian memiliki kesinambungan |
Mengembangkan
penelitian multi-tahun berdasarkan roadmap |
Terbentuk
penelitian berkelanjutan |
L. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil evaluasi berkala pelaksanaan penelitian tahun 2023, Program Studi S1 Ilmu
Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Surabaya telah menunjukkan aktivitas
penelitian yang cukup kuat dan beragam sebagai fondasi pengembangan
penelitian pada periode berikutnya.
Pada
tahun 2023 tercatat 12 kegiatan penelitian dengan total dana sebesar Rp544.008.750,
yang terdiri atas 2 penelitian dengan pendanaan APBN sebesar Rp304.008.750
dan 10 penelitian dengan pendanaan non-APBN sebesar Rp240.000.000.
Penelitian tersebut mencakup bidang teknologi olahraga, pembinaan olahraga,
performa atlet, olahraga rekreasi, industri olahraga, kesehatan, aktivitas
fisik, kesehatan mental, serta evaluasi olahraga
Secara
substantif, portofolio penelitian tersebut memiliki keterkaitan yang kuat
dengan tema unggulan dalam Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan,
khususnya Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Olahraga Pariwisata dan
Rekreasi, Industri Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Kesehatan
Lingkungan dan Masyarakat, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Promosi
Kesehatan dan Informasi Gizi.
Penelitian
tahun 2023 juga menunjukkan adanya fondasi yang baik untuk memasuki
implementasi roadmap 2024–2031. Khususnya, penelitian berbasis teknologi,
pengembangan alat ukur, sistem monitoring, model latihan, evaluasi pembinaan,
dan penelitian kesehatan menjadi modal strategis untuk memasuki tahap Penguatan
Dasar dan Konsolidasi 2024–2025 serta tahap Pengembangan dan Integrasi
2026–2027.
Ke
depan, evaluasi penelitian perlu diarahkan tidak hanya pada jumlah kegiatan dan
besaran pendanaan, tetapi juga pada kualitas luaran, publikasi bereputasi,
HKI, prototipe, hilirisasi, kolaborasi nasional dan internasional,
keberlanjutan penelitian, serta dampak penelitian terhadap prestasi olahraga,
kesehatan masyarakat, dan industri olahraga. Hal ini sejalan dengan target
roadmap yang mengarahkan penelitian menuju inovasi, produk dan layanan
inovatif, kebijakan berbasis bukti, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan
prestasi olahraga dan kesehatan masyarakat.
Dengan
demikian, hasil evaluasi tahun 2023 dapat dinyatakan sebagai baseline yang
positif bagi penguatan ekosistem penelitian Program Studi S1 Ilmu
Keolahragaan FIKK Unesa. Evaluasi secara berkala pada tahun-tahun berikutnya
diperlukan untuk memastikan bahwa peningkatan kuantitas penelitian berjalan
seiring dengan peningkatan kualitas, relevansi, produktivitas, daya saing, dan
dampak penelitian sesuai target roadmap 2024–2031.
PENUTUP
Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan
Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Surabaya
Tahun 2023 memberikan gambaran mengenai pelaksanaan, pendanaan, keterlibatan
dosen, serta arah pengembangan penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan
hasil evaluasi, kegiatan penelitian telah menunjukkan keberagaman tema dan
skema pendanaan serta memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang keilmuan dan
tema unggulan Program Studi.
Dengan 12 kegiatan penelitian dan total
pendanaan sebesar Rp544.008.750, pelaksanaan penelitian tahun 2023
menunjukkan adanya produktivitas dan dukungan pendanaan yang dapat menjadi
fondasi bagi penguatan ekosistem penelitian Program Studi. Penelitian yang
dilaksanakan mencakup teknologi olahraga, pembinaan dan performa atlet,
evaluasi olahraga, olahraga rekreasi, industri olahraga, kesehatan, aktivitas
fisik, serta berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut selaras
dengan tema unggulan dalam Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan
FIKK Unesa Tahun 2024–2031.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Program
Studi memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan penelitian secara lebih
terarah dan berkelanjutan. Pengalaman dalam penelitian berbasis teknologi,
pengembangan alat ukur, sistem monitoring, model latihan, evaluasi pembinaan,
serta penelitian kesehatan merupakan modal penting untuk mendukung pencapaian
tahapan roadmap berikutnya.
Ke depan, pengembangan penelitian perlu
diarahkan pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan, bukan semata-mata
peningkatan jumlah penelitian. Setiap penelitian diharapkan dapat memiliki
keterkaitan yang semakin jelas dengan roadmap, menghasilkan luaran yang
terukur, memperluas kolaborasi, meningkatkan publikasi ilmiah, menghasilkan HKI
dan prototipe, serta memiliki peluang untuk dihilirkan dan dimanfaatkan oleh
masyarakat maupun dunia usaha dan industri. Arah tersebut sejalan dengan target
roadmap untuk menghasilkan publikasi internasional bereputasi, inovasi dan HKI,
model dan kebijakan berbasis bukti, produk dan layanan inovatif, pemberdayaan
masyarakat, serta peningkatan prestasi olahraga dan kesehatan bangsa.
Oleh karena itu, hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar bagi Program Studi dalam menyusun kebijakan dan rencana tindak lanjut penelitian secara lebih sistematis. Evaluasi berkala perlu terus dilakukan untuk memastikan adanya siklus perencanaan–pelaksanaan–evaluasi–tindak lanjut yang konsisten, sehingga setiap hasil evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja penelitian pada periode berikutnya.
Pada akhirnya, implementasi Peta Jalan
Penelitian diharapkan mampu memperkuat budaya akademik berbasis penelitian di
Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan, meningkatkan daya saing dosen dan
mahasiswa, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang
memberikan manfaat nyata bagi perkembangan ilmu keolahragaan, peningkatan
prestasi olahraga, kesehatan masyarakat, dan pengembangan industri olahraga.
Dengan komitmen berkelanjutan dari seluruh sivitas akademika dan dukungan
institusi, Program Studi dapat secara bertahap mewujudkan arah penelitian yang
adaptif, inovatif, profesional, dan berdaya saing global sesuai dengan visi
Program Studi.