Download dokumen 

LAPORAN EVALUASI BERKALA PELAKSANAAN PENELITIAN

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEOLAHRAGAAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

TAHUN 2024


RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya Tahun 2024 disusun sebagai instrumen untuk menilai pelaksanaan penelitian dosen sekaligus memastikan keterarahannya terhadap Peta Jalan Penelitian (Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031. Tahun 2024 merupakan tahun pertama implementasi roadmap dan berada pada Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025). Tahap ini diarahkan pada penguatan fondasi penelitian, pengembangan sumber daya peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, pemetaan potensi riset, serta pengembangan tema penelitian sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu keolahragaan.

Berdasarkan data pelaksanaan penelitian tahun 2024, terdapat 6 kegiatan penelitian dengan total pendanaan sebesar Rp145.000.000. Sebanyak 5 penelitian (83,33%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar FIKK dengan total dana Rp115.000.000 (79,31%), sedangkan 1 penelitian (16,67%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Penugasan Koordinator Prodi dengan dana sebesar Rp30.000.000 (20,69%). Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penelitian pada tahun pertama implementasi roadmap masih berorientasi kuat pada penelitian dasar sebagai fondasi pengembangan pengetahuan, pengumpulan bukti empiris, serta penguatan tema-tema penelitian unggulan Program Studi.

Secara substantif, penelitian tahun 2024 menunjukkan keragaman tema yang mencakup performa atlet, kekuatan dan kelincahan, olahraga tradisional, aspek psikologis dan perilaku kesehatan, evaluasi program pembinaan olahraga, serta respons fisiologis terhadap latihan dan suplementasi. Tema-tema tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang unggulan roadmap, terutama Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan. Roadmap Program Studi sendiri menetapkan delapan tema unggulan yang mencakup Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Olahraga Pariwisata dan Rekreasi, Industri Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Promosi Kesehatan dan Informasi Gizi.

Dari sisi kesesuaian dengan roadmap, pelaksanaan penelitian tahun 2024 dapat dinilai selaras dengan karakter Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi. Penelitian mengenai kekuatan otot tungkai dan kelincahan atlet kabaddi serta penelitian olahraga tradisional pada anak usia sekolah mendukung penguatan kajian kebutuhan dan performa atlet. Penelitian evaluasi pembinaan olahraga bola tangan memperkuat aspek evaluasi dan pengembangan sistem pembinaan. Sementara itu, penelitian mengenai emotional eating, aktivitas fisik, stres dan depresi memperluas kajian keolahragaan pada aspek kesehatan dan perilaku masyarakat. Penelitian suplementasi daun yakon juga memperkuat kajian respons fisiologis, stres oksidatif, inflamasi, DOMS, dan kerusakan otot setelah latihan.

Kekuatan lain yang terlihat adalah adanya kesinambungan tema penelitian pada dosen tertentu, serta mulai berkembangnya penelitian yang berpotensi diarahkan dari penelitian dasar menuju penelitian yang lebih aplikatif. Kondisi ini menjadi modal penting bagi Program Studi untuk membangun kesinambungan penelitian dari tahap pengumpulan bukti empiris menuju pengembangan model, prototipe, produk, teknologi, dan inovasi.

Namun demikian, evaluasi juga menunjukkan beberapa aspek yang perlu diperkuat pada periode berikutnya, terutama peningkatan jumlah dan produktivitas penelitian, penguatan kolaborasi antardosen, diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan publikasi ilmiah dan HKI, pengembangan penelitian multi-tahun, serta hilirisasi hasil penelitian. Hal tersebut penting karena roadmap menempatkan penguatan SDM peneliti, kolaborasi nasional dan internasional, pendanaan riset berkelanjutan, publikasi dan HKI berkualitas, infrastruktur penelitian, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi sebagai faktor pendukung keberhasilan implementasi roadmap.

Secara keseluruhan, pelaksanaan penelitian tahun 2024 menunjukkan capaian yang positif dan sesuai dengan posisi Program Studi pada tahap awal roadmap. Dominasi penelitian dasar dapat dipandang sebagai bagian dari proses konsolidasi dan penguatan fondasi penelitian, bukan semata-mata sebagai keterbatasan variasi penelitian. Fondasi tersebut selanjutnya perlu dikembangkan secara bertahap agar menghasilkan penelitian terapan, inovasi, publikasi bereputasi, HKI, produk dan layanan inovatif, serta dampak nyata bagi olahraga dan kesehatan masyarakat.

Dengan demikian, hasil evaluasi tahun 2024 menjadi dasar penting bagi Program Studi untuk melanjutkan penguatan penelitian pada tahun 2025 sekaligus mempersiapkan transisi menuju Tahap 2: Pengembangan dan Integrasi (2026–2027), yang dalam roadmap diarahkan pada pengembangan model penelitian terapan, prototipe, produk inovatif, teknologi aplikatif, integrasi sport science, teknologi, kesehatan, dan industri olahraga.

 

A.  PENDAHULUAN

Penelitian merupakan salah satu unsur strategis dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan menjadi bagian penting dalam pengembangan mutu akademik Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya. Melalui kegiatan penelitian, Program Studi berupaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan, meningkatkan kompetensi dosen, menghasilkan bukti ilmiah, serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan di bidang olahraga dan kesehatan.

Pelaksanaan penelitian di Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan diarahkan untuk mendukung visi Program Studi, yaitu memiliki lulusan yang unggul, berkompeten di bidang Ilmu Keolahragaan dan Teknologi, berbasis penelitian, adaptif, serta memiliki daya saing global pada tahun 2035 dengan memberikan layanan prima yang profesional. Visi tersebut menjadi landasan dalam membangun budaya akademik berbasis penelitian, inovasi teknologi, kolaborasi multidisiplin, dan pengembangan ilmu keolahragaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta perkembangan global.


Arah pengembangan penelitian tersebut dituangkan dalam Peta Jalan Penelitian (Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031. Roadmap terdiri atas empat tahapan strategis, yaitu Tahap 1 Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025), Tahap 2 Pengembangan dan Integrasi (2026–2027), Tahap 3 Penguatan Daya Saing dan Kolaborasi (2028–2029), serta Tahap 4 Keunggulan dan Dampak Global (2030–2031).

Tahun 2024 merupakan tahun pertama implementasi roadmap tersebut. Oleh karena itu, evaluasi pelaksanaan penelitian tahun 2024 menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana aktivitas penelitian telah berjalan sesuai arah strategis yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi kekuatan, kendala, dan peluang pengembangan penelitian pada tahun berikutnya.

Laporan ini disusun sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap pelaksanaan penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan pada tahun 2024. Evaluasi mencakup jumlah penelitian, skema penelitian, pendanaan, fokus dan tema penelitian, keterkaitan dengan roadmap, serta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan penelitian Program Studi.

 


B.    TUJUAN EVALUASI

Evaluasi berkala pelaksanaan penelitian tahun 2024 bertujuan untuk:

  1. mengetahui pelaksanaan kegiatan penelitian dosen Program Studi pada tahun 2024;
  2. mengetahui jumlah dan besaran pendanaan penelitian;
  3. mengidentifikasi skema penelitian yang digunakan;
  4. memetakan fokus dan tema penelitian berdasarkan bidang unggulan Program Studi;
  5. mengevaluasi kesesuaian penelitian dengan Peta Jalan Penelitian Prodi;
  6. mengidentifikasi capaian dan kekuatan pelaksanaan penelitian;
  7. mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan;
  8. menyusun rencana tindak lanjut untuk peningkatan kualitas, produktivitas, relevansi, dan keberlanjutan penelitian..

C.    KEDUDUKAN TAHUN 2024 DALAM ROADMAP PENELITIAN

Tahun 2024 merupakan tahun pertama Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025) dalam Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa.

Pada tahap ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat fondasi penelitian Program Studi melalui:

  • pemetaan potensi riset;
  • penguatan sumber daya manusia peneliti;
  • pembangunan budaya akademik berbasis penelitian;
  • pengembangan infrastruktur penelitian;
  • peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa;
  • penguatan kelompok riset;
  • peningkatan publikasi nasional;
  • pengembangan kolaborasi internal antarbidang keilmuan.

Selain itu, tema penelitian pada tahap ini mencakup teknologi olahraga dasar, pemetaan kebugaran dan kesehatan masyarakat, pengembangan instrumen evaluasi olahraga dan kesehatan, perilaku hidup sehat, literasi gizi, serta pengembangan penelitian promotif dan preventif.

Dengan demikian, pelaksanaan penelitian tahun 2024 dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap proses konsolidasi dan penguatan fondasi penelitian sebelum Program Studi memasuki tahap pengembangan dan integrasi pada tahun 2026–2027.

D.    GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN 2024

Berdasarkan data penelitian tahun 2024, terdapat 6 kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi dengan total dana sebesar Rp145.000.000.

Seluruh penelitian pada data yang tersedia bersumber dari skema penelitian internal/kelembagaan, yaitu Penelitian Dasar FIKK dan Penelitian Penugasan Koordinator Prodi.

Tabel 1. Rekapitulasi Penelitian Tahun 2024

No.

Skema Penelitian

Jumlah Penelitian

Total Dana

1

Penelitian Dasar FIKK

5

Rp115.000.000

2

Penelitian Penugasan Koordinator Prodi

1

Rp30.000.000

Total

6

Rp145.000.000

 

Berdasarkan tabel tersebut, pelaksanaan penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan pada tahun 2024 masih didominasi oleh skema Penelitian Dasar FIKK, yaitu sebanyak 5 penelitian atau 83,33% dari keseluruhan 6 penelitian yang tercatat. Dari sisi pendanaan, kelima penelitian tersebut memperoleh total dana sebesar Rp115.000.000, atau sekitar 79,31% dari total pendanaan penelitian tahun 2024 yang mencapai Rp145.000.000. Dominasi skema penelitian dasar ini menunjukkan bahwa aktivitas penelitian pada tahun pertama implementasi roadmap masih diarahkan pada penguatan basis keilmuan, pengumpulan bukti empiris, pengkajian berbagai permasalahan keolahragaan dan kesehatan, serta pengembangan fondasi pengetahuan yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan.

Sementara itu, terdapat 1 penelitian melalui skema Penugasan Koordinator Prodi dengan total dana sebesar Rp30.000.000, atau sekitar 20,69% dari keseluruhan pendanaan penelitian. Meskipun secara jumlah hanya mencakup 16,67% dari total penelitian, keberadaan penelitian penugasan ini memiliki arti strategis karena menunjukkan adanya upaya Program Studi untuk mengarahkan penelitian pada tema tertentu yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan dan prioritas Program Studi. Penelitian tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan tema penelitian serta memperkuat keterkaitan antara penelitian dasar dengan kebutuhan nyata di bidang olahraga dan kesehatan.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa tahun 2024 merupakan fase awal konsolidasi dan penguatan fondasi penelitian Program Studi. Kondisi ini selaras dengan Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031 yang menetapkan periode 2024–2025 sebagai Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi. Pada tahap ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat fondasi riset melalui pemetaan potensi penelitian, penguatan sumber daya manusia peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta identifikasi tema-tema riset unggulan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu keolahragaan.

Lebih lanjut, karakter penelitian tahun 2024 juga menunjukkan kesesuaian dengan substansi Tahap 1 roadmap, terutama melalui penelitian mengenai kebutuhan dan performa atlet, pembinaan olahraga, kesehatan, aktivitas fisik, serta evaluasi olahraga dan kesehatan. Beberapa penelitian bahkan mulai memperlihatkan keterkaitan dengan pengembangan penelitian yang lebih aplikatif, seperti kajian terhadap respons fisiologis setelah latihan dan evaluasi program pembinaan olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara skema masih didominasi penelitian dasar, arah substansi penelitian telah mulai membangun jembatan menuju penelitian terapan yang menjadi fokus pada tahap pengembangan berikutnya.

Dengan demikian, dominasi Penelitian Dasar FIKK pada tahun 2024 tidak semata-mata menunjukkan keterbatasan variasi skema penelitian, tetapi dapat dipahami sebagai karakteristik yang sesuai dengan posisi Program Studi pada tahun pertama implementasi roadmap. Penelitian dasar berperan sebagai fondasi untuk menghasilkan data, model konseptual, temuan empiris, dan pengetahuan yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi penelitian terapan, prototipe, inovasi, publikasi bereputasi, HKI, maupun produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri olahraga. Arah tersebut sesuai dengan roadmap yang pada tahap berikutnya menargetkan pengembangan model, prototipe, produk inovatif, dan teknologi aplikatif.

 

E.    DATA PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN 2024

Berdasarkan data pelaksanaan penelitian tahun 2024, terdapat 8 kegiatan penelitian yang secara eksplisit tercantum sebagai penelitian pada tahun berjalan, yang terdiri atas 2 penelitian bersumber dana APBN dan 6 penelitian bersumber dana non-APBN. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian Program Studi telah berlangsung melalui lebih dari satu jalur pendanaan, baik melalui skema pendanaan eksternal pemerintah maupun dukungan pendanaan non-APBN. Kondisi ini merupakan indikator positif dalam membangun ekosistem penelitian yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, total pendanaan penelitian tahun 2024 yang tercantum dalam data mencapai Rp474.530.000. Rincian jumlah penelitian dan pendanaan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Rekapitulasi Penelitian Tahun 2024

No.

Sumber Dana

Jumlah Penelitian

Total Dana

1

APBN

2

Rp269.530.000

2

Non-APBN

6

Rp205.000.000

Total

APBN + Non-APBN

8

Rp474.530.000

 

Dari sisi komposisi pendanaan, sumber dana APBN memberikan kontribusi sebesar 56,81% terhadap keseluruhan pendanaan penelitian, sedangkan sumber dana non-APBN berkontribusi sebesar 43,19%. Komposisi ini memperlihatkan bahwa lebih dari separuh dukungan pendanaan penelitian pada tahun 2024 berasal dari skema APBN. Kondisi tersebut menjadi capaian yang penting, karena menunjukkan adanya kemampuan dosen Program Studi dalam memperoleh dukungan pendanaan melalui skema penelitian yang bersifat kompetitif dan memiliki tuntutan kualitas proposal serta luaran penelitian.

Khususnya, dua penelitian yang memperoleh pendanaan APBN dilaksanakan melalui skema Penelitian Fundamental Reguler (DRPM/BIMA). Keberhasilan memperoleh pendanaan pada skema tersebut menunjukkan bahwa kapasitas penelitian dosen telah mulai berkembang menuju penelitian yang lebih terstruktur, berbasis permasalahan ilmiah, dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan. Dengan demikian, pendanaan APBN tidak hanya dapat dilihat dari aspek nominal, tetapi juga sebagai salah satu indikator berkembangnya kapasitas dan daya saing peneliti Program Studi.

Di sisi lain, kontribusi pendanaan non-APBN sebesar 43,19% juga menunjukkan bahwa pengembangan penelitian tidak sepenuhnya bergantung pada sumber pendanaan APBN. Dukungan melalui skema non-APBN menjadi instrumen penting dalam memberikan ruang bagi dosen untuk mengembangkan penelitian dasar, penelitian bidang keolahragaan dan kesehatan, serta penelitian yang relevan dengan kebutuhan Program Studi dan Fakultas. Keberadaan sumber pendanaan tersebut sekaligus menunjukkan adanya dukungan internal terhadap penguatan budaya penelitian.

Jika dilihat dalam konteks implementasi Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031, capaian pendanaan tahun 2024 memiliki arti strategis karena tahun 2024 merupakan awal Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025). Tahap ini diarahkan pada penguatan sumber daya peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, pengembangan infrastruktur penelitian, peningkatan kompetensi, serta penguatan tema-tema riset unggulan Program Studi.

Dengan demikian, keberadaan 8 kegiatan penelitian dengan dukungan pendanaan Rp474.530.000 dapat dipandang sebagai salah satu modal awal yang penting dalam implementasi roadmap penelitian. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pada tahun pertama implementasi roadmap, Program Studi telah memiliki aktivitas penelitian yang didukung oleh sumber pendanaan yang relatif beragam dan telah mampu mengakses pendanaan eksternal melalui skema kompetitif.

Namun demikian, evaluasi ke depan tidak hanya perlu berorientasi pada peningkatan jumlah penelitian dan besaran dana, tetapi juga pada kualitas sumber pendanaan, keberlanjutan penelitian, produktivitas luaran, kolaborasi, publikasi, HKI, serta potensi hilirisasi hasil penelitian. Roadmap Program Studi menempatkan pendanaan riset berkelanjutan, kolaborasi nasional dan internasional, publikasi dan HKI berkualitas, pengembangan infrastruktur, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi sebagai faktor pendukung keberhasilan implementasi penelitian.

Oleh karena itu, capaian pendanaan tahun 2024 dapat dinilai sebagai fondasi yang positif, tetapi masih perlu ditindaklanjuti dengan strategi peningkatan pendanaan secara bertahap. Program Studi perlu mendorong dosen untuk meningkatkan partisipasi pada hibah kompetitif nasional dan internasional, memperluas kerja sama penelitian dengan mitra eksternal, serta mengembangkan penelitian yang memiliki kesinambungan dari penelitian dasar menuju penelitian terapan dan hilirisasi. Strategi tersebut akan memperkuat posisi penelitian sebagai penggerak utama pengembangan keilmuan, inovasi, dan daya saing Program Studi sesuai arah roadmap penelitian 2024–2031.


F.     DAFTAR PENELITIAN TAHUN 2024

Tabel 2. Pelaksanaan Penelitian Program Studi Tahun 2024

No.

Nama Peneliti

Judul Penelitian

Tahun

Jabatan

Skema

Total Dana

1

Prof. Dr. Himawan Wismanadi, M.Pd.

Pengaruh Kekuatan Otot Tungkai terhadap Kelincahan Atlet Kabaddi

2024

Ketua

Penelitian Dasar FIKK

Rp22.500.000

2

Yudi Dwi Seputra, M.Pd.

Pengaruh Kemampuan Olahraga Tradisional Hadang-Gobak Sodor terhadap Kepercayaan Diri Atlet Usia Sekolah Dasar di Jawa Timur

2024

Ketua

Penelitian Dasar FIKK

Rp22.500.000

3

Dita Yuliastrid, S.Si., M.Kes.

Perilaku Emotional Eating dalam Kaitannya dengan Aktivitas Fisik, Stress dan Depresi pada Wanita

2024

Ketua

Penelitian Dasar FIKK

Rp25.000.000

4

Dr. Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd.

Evaluasi Program Pembinaan Olahraga Bola Tangan Putra di Kabupaten Sumenep

2024

Ketua

Penelitian Dasar FIKK

Rp22.500.000

5

Dr. Roy Januardi Irawan, S.Or., M.Kes.

Suplementasi Kapsul Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap Stres Oksidatif dan Inflamasi Pasca Latihan Berat

2024

Ketua

Penelitian Dasar FIKK

Rp22.500.000

6

Dr. Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd.

Suplementasi Kapsul Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap Delayed Onset Muscle Soreness dan Kerusakan Otot pada Atlet UKM Pencak Silat

2024

Ketua

Penelitian Penugasan Koordinator Prodi

Rp30.000.000

Total

Rp145.000.000


G.   EVALUASI BERDASARKAN TEMA PENELITIAN

Penelitian tahun 2024 menunjukkan cakupan tema yang cukup beragam, meliputi performa atlet, olahraga tradisional, psikologi olahraga dan kesehatan, evaluasi pembinaan olahraga, serta penelitian terkait respons fisiologis terhadap latihan dan suplementasi.

Keragaman tema tersebut dapat dipetakan terhadap tema unggulan penelitian Program Studi yang meliputi Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Olahraga Pariwisata dan Rekreasi, Industri Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Promosi Kesehatan dan Informasi Gizi.

Tabel 3. Pemetaan Penelitian Tahun 2024 dengan Tema Unggulan Roadmap

No.

Fokus Penelitian

Tema Unggulan Roadmap

Tingkat Kesesuaian

1

Kekuatan otot tungkai dan kelincahan atlet kabaddi

Ilmu Keolahragaan; Pembinaan Olahraga; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan

Tinggi

2

Olahraga tradisional dan kepercayaan diri atlet usia sekolah dasar

Ilmu Keolahragaan; Pembinaan Olahraga

Tinggi

3

Emotional eating, aktivitas fisik, stress dan depresi

Ilmu Keolahragaan; Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat; Promosi Kesehatan

Tinggi

4

Evaluasi program pembinaan bola tangan

Pembinaan Olahraga; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan

Sangat Tinggi

5

Daun yakon, stres oksidatif dan inflamasi pasca latihan berat

Teknologi Olahraga dan Kesehatan; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan

Tinggi

6

Daun yakon, DOMS dan kerusakan otot atlet pencak silat

Teknologi Olahraga dan Kesehatan; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan; Pembinaan Olahraga

Sangat Tinggi

 

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa seluruh penelitian tahun 2024 memiliki keterkaitan dengan tema unggulan roadmap Program Studi. Dominasi penelitian berada pada rumpun Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Teknologi Olahraga dan Kesehatan.


H. EVALUASI KESESUAIAN DENGAN TAHAP 1 ROADMAP 2024–2025

Roadmap penelitian menetapkan tahun 2024–2025 sebagai Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi. Tahap ini diarahkan pada penguatan fondasi penelitian melalui pemetaan potensi riset, penguatan sumber daya manusia peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, pengembangan infrastruktur penelitian, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta identifikasi tema riset unggulan.

Selain itu, penelitian pada tahap ini diarahkan pada studi kebutuhan dan potensi atlet, teknologi olahraga dasar, pemetaan kebugaran dan kesehatan masyarakat, pengembangan instrumen evaluasi olahraga dan kesehatan, perilaku hidup sehat, literasi gizi, dan edukasi berbasis komunitas.

Berdasarkan karakteristik penelitian tahun 2024, terdapat kesesuaian yang kuat dengan arah tersebut.

1.     Penguatan penelitian performa dan pembinaan atlet

Penelitian tentang hubungan kekuatan otot tungkai dengan kelincahan atlet kabaddi secara langsung berhubungan dengan pengembangan ilmu olahraga dan kebutuhan pembinaan atlet. Penelitian mengenai olahraga tradisional Hadang-Gobak Sodor dan kepercayaan diri atlet usia sekolah dasar juga memperluas kajian pembinaan olahraga pada kelompok usia dini sekaligus mengintegrasikan aspek fisik dan psikologis dalam aktivitas olahraga.

2.     Penguatan penelitian evaluasi pembinaan olahraga

Penelitian tentang evaluasi program pembinaan olahraga bola tangan putra di Kabupaten Sumenep memiliki kesesuaian sangat kuat dengan arah roadmap, khususnya pada bidang Pembinaan Olahraga dan Evaluasi Olahraga dan Kesehatan. Penelitian ini dapat menjadi basis penyediaan informasi empiris untuk mengevaluasi efektivitas program pembinaan olahraga serta menjadi dasar pengembangan model pembinaan yang lebih efektif.

3.     Penguatan penelitian olahraga dan Kesehatan

Penelitian mengenai emotional eating, aktivitas fisik, stress dan depresi menunjukkan pengembangan kajian ilmu keolahragaan yang terintegrasi dengan aspek kesehatan dan perilaku masyarakat. Penelitian tersebut relevan dengan arah roadmap yang mengintegrasikan ilmu keolahragaan dengan kesehatan masyarakat dan penelitian promotif-preventif.

4.     Penguatan penelitian respons fisiologis terhadap Latihan

Dua penelitian mengenai suplementasi kapsul daun yakon menunjukkan pengembangan penelitian yang berorientasi pada respons tubuh terhadap latihan, khususnya stres oksidatif, inflamasi, DOMS, dan kerusakan otot. Kedua penelitian tersebut memperkuat basis penelitian pada bidang Teknologi Olahraga dan Kesehatan serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan.


I.    EVALUASI KETERLIBATAN DOSEN

Berdasarkan data yang tersedia, terdapat 5 dosen berbeda yang tercatat sebagai ketua penelitian pada tahun 2024. Beberapa dosen tercatat memimpin lebih dari satu kegiatan penelitian. Dr. Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd., misalnya, terlibat sebagai ketua pada penelitian evaluasi program pembinaan olahraga bola tangan dan penelitian suplementasi kapsul daun yakon pada atlet UKM pencak silat.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesinambungan dan pengembangan fokus penelitian oleh dosen, khususnya pada bidang pembinaan olahraga dan respons fisiologis terhadap latihan.

Namun, pola penelitian tahun 2024 masih didominasi oleh posisi ketua penelitian, sehingga penguatan kolaborasi antardosen dan keterlibatan anggota penelitian perlu terus dikembangkan. Hal tersebut penting untuk membangun kelompok riset yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Roadmap Program Studi sendiri menekankan pentingnya penguatan kelompok riset dan pengembangan kolaborasi internal antarbidang keilmuan pada tahap Penguatan Dasar dan Konsolidasi.


J.   EVALUASI PENDANAAN PENELITIAN

Total pendanaan penelitian tahun 2024 sebesar Rp145.000.000. Pendanaan terbesar berasal dari Penelitian Dasar FIKK, sedangkan satu penelitian memperoleh pendanaan melalui Penelitian Penugasan Koordinator Prodi.

Distribusi dana menunjukkan bahwa penelitian dasar masih menjadi instrumen utama pengembangan penelitian Program Studi. Kondisi tersebut sesuai dengan karakter Tahap 1 roadmap yang menempatkan penguatan fondasi penelitian sebagai prioritas.

Namun, untuk periode berikutnya diperlukan peningkatan diversifikasi sumber pendanaan, terutama melalui hibah kompetitif nasional, kerja sama dengan mitra, dunia usaha dan industri, serta peluang pendanaan internasional.

Roadmap menetapkan pendanaan riset berkelanjutan sebagai salah satu faktor pendukung implementasi roadmap, bersama dengan penguatan SDM, kolaborasi nasional dan internasional, publikasi, HKI, infrastruktur laboratorium, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi riset.


I.    CAPAIAN DAN KEKUATAN PENELITIAN TAHUN 2024

Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa capaian dan kekuatan pelaksanaan penelitian tahun 2024 adalah:

  1. terdapat 6 kegiatan penelitian dengan total pendanaan Rp145.000.000;
  2. penelitian telah berjalan pada tahun pertama implementasi roadmap 2024–2031;
  3. seluruh penelitian memiliki keterkaitan dengan tema unggulan penelitian Program Studi;
  4. penelitian mencakup aspek performa atlet dan pembinaan olahraga;
  5. terdapat penelitian evaluasi program pembinaan olahraga;
  6. terdapat pengembangan penelitian olahraga tradisional dan aspek psikologis atlet;
  7. penelitian kesehatan dan olahraga mulai berkembang secara lebih terintegrasi;
  8. terdapat penelitian yang mengkaji respons fisiologis pasca latihan;
  9. terdapat kesinambungan fokus penelitian pada beberapa dosen;
  10. komposisi penelitian menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi roadmap.

K. AREA YANG PERLU DITINGKATKAN

Meskipun pelaksanaan penelitian tahun 2024 telah sesuai dengan tahap awal roadmap, beberapa aspek perlu diperkuat.

1.   Peningkatan jumlah dan produktivitas penelitian

Program Studi perlu mendorong peningkatan jumlah penelitian secara bertahap dengan tetap mempertahankan kualitas dan relevansinya terhadap roadmap.

2.   Peningkatan kolaborasi penelitian

Kolaborasi antardosen perlu diperluas agar terbentuk kelompok riset yang lebih kuat dan penelitian tidak berjalan secara individual.

3.   Diversifikasi sumber pendanaan

Perlu dilakukan peningkatan pengajuan proposal pada hibah nasional, skema kompetitif, kerja sama industri, dan pendanaan internasional.

4.   Pengembangan penelitian berkelanjutan

Penelitian yang memiliki potensi besar perlu dikembangkan menjadi penelitian lanjutan sehingga terbentuk kesinambungan dari penelitian dasar menuju penelitian terapan dan inovasi.

5.   Peningkatan luaran penelitian

Hasil penelitian perlu diarahkan tidak hanya pada penyelesaian kegiatan penelitian, tetapi juga pada publikasi ilmiah, HKI, prototipe, model pembinaan, instrumen, dan luaran inovatif lainnya.

6.   Penguatan hilirisasi

Hasil penelitian yang memiliki potensi implementasi perlu didorong menuju pemanfaatan oleh klub olahraga, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, maupun dunia usaha dan industri.

 

L.  RENCANA TINDAK LANJUT

Tabel 4. Rencana Tindak Lanjut Pelaksanaan Penelitian

No.

Hasil Evaluasi

Rencana Tindak Lanjut

Indikator Keberhasilan

1

Penelitian telah sesuai dengan tema roadmap

Mempertahankan pemetaan penelitian terhadap roadmap

Seluruh penelitian terpetakan

2

Penelitian masih dominan bersifat dasar

Mendorong penelitian lanjutan menuju penelitian terapan

Peningkatan penelitian terapan

3

Kolaborasi antardosen perlu diperkuat

Membentuk dan mengembangkan kelompok riset

Peningkatan penelitian kolaboratif

4

Sumber pendanaan masih terbatas

Meningkatkan pengajuan hibah kompetitif nasional dan eksternal

Bertambahnya jumlah hibah

5

Beberapa penelitian memiliki potensi keberlanjutan

Mengembangkan penelitian multi-tahun

Terbentuk kesinambungan penelitian

6

Luaran perlu diperkuat

Pendampingan publikasi, HKI dan pengembangan produk

Peningkatan publikasi/HKI/produk

7

Penelitian kesehatan dan olahraga berkembang

Mengintegrasikan tema olahraga, kesehatan dan masyarakat

Bertambahnya penelitian multidisiplin

8

Potensi hilirisasi tersedia

Mengembangkan kerja sama dengan mitra pengguna hasil penelitian

Bertambahnya hasil penelitian yang diimplementasikan


M.  KESIMPULAN

Hasil evaluasi berkala pelaksanaan penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya tahun 2024 menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah terlaksana secara aktif, terarah, dan relevan dengan visi pengembangan keilmuan Program Studi. Pelaksanaan penelitian tidak hanya mencerminkan produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menunjukkan adanya upaya sistematis untuk mengarahkan kegiatan penelitian agar sesuai dengan Peta Jalan Penelitian Program Studi Tahun 2024–2031. Dengan demikian, aktivitas penelitian pada tahun 2024 dapat dipandang sebagai bagian penting dari proses pembangunan ekosistem riset yang berkelanjutan di lingkungan Program Studi.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 6 kegiatan penelitian dengan total pendanaan mencapai Rp145.000.000. Berdasarkan skema pendanaan, sebanyak 5 penelitian (83,33%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar FIKK, sedangkan 1 penelitian (16,67%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Penugasan Koordinator Prodi. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan pendanaan internal fakultas masih menjadi instrumen utama dalam mendorong produktivitas penelitian dosen. Pada saat yang sama, keberadaan penelitian penugasan pada tingkat Program Studi menunjukkan adanya mekanisme internal untuk mengarahkan penelitian pada isu atau kebutuhan strategis yang relevan dengan pengembangan Program Studi.

Dari perspektif substansi, penelitian tahun 2024 memperlihatkan keragaman tema yang sekaligus memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan utama Ilmu Keolahragaan. Tema penelitian mencakup aspek kekuatan dan kelincahan atlet, olahraga tradisional, aspek psikologis dan perilaku kesehatan, evaluasi pembinaan olahraga, serta respons fisiologis terhadap latihan dan suplementasi. Keragaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian Program Studi tidak bersifat parsial, melainkan telah mencakup dimensi prestasi olahraga, kebugaran, kesehatan, perilaku, pembinaan, serta pengembangan olahraga berbasis potensi lokal.

Jika dipetakan terhadap arah pengembangan penelitian Program Studi, tema-tema tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan beberapa bidang unggulan, yaitu Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan. Penelitian mengenai performa fisik dan respons fisiologis, misalnya, memperkuat basis keilmuan dalam pengembangan prestasi dan kesehatan olahraga. Sementara itu, penelitian mengenai aspek psikologis, perilaku kesehatan, olahraga tradisional, dan evaluasi pembinaan memperluas perspektif penelitian agar tidak hanya berorientasi pada performa atlet, tetapi juga mempertimbangkan dimensi manusia, sosial, budaya, dan sistem pembinaan olahraga.

Dari sisi roadmap, pelaksanaan penelitian tahun 2024 menunjukkan keselarasan yang kuat dengan Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025). Tahap ini merupakan periode fundamental untuk membangun fondasi penelitian Program Studi melalui penguatan kapasitas peneliti, pemetaan dan konsolidasi tema unggulan, identifikasi permasalahan prioritas, serta pengembangan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan atlet, kebugaran dan kesehatan, pembinaan olahraga, serta evaluasi olahraga dan kesehatan. Oleh karena itu, capaian penelitian tahun 2024 dapat dipandang bukan sekadar sebagai capaian kuantitatif, tetapi sebagai baseline strategis untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas penelitian pada tahap-tahap roadmap berikutnya.

Meskipun demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya ruang pengembangan yang perlu menjadi perhatian Program Studi. Jumlah penelitian dan sumber pendanaan pada tahun 2024 perlu terus ditingkatkan secara bertahap, terutama melalui diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan keterlibatan dalam skema penelitian kompetitif nasional maupun internasional, serta penguatan jejaring penelitian dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, dan mitra industri. Diversifikasi tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan internal sekaligus meningkatkan daya saing dan jejaring akademik Program Studi.

Selain aspek kuantitas, peningkatan kualitas luaran penelitian perlu menjadi prioritas. Setiap penelitian diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian laporan penelitian, tetapi diarahkan untuk menghasilkan luaran yang terukur, seperti publikasi pada jurnal bereputasi, prosiding ilmiah, buku atau book chapter, HKI/paten, prototipe, model intervensi, instrumen, policy brief, maupun produk dan layanan inovatif. Dengan demikian, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kegiatan dan besaran dana, tetapi juga berdasarkan kualitas, relevansi, keberlanjutan, keterterapan, dan dampak dari hasil penelitian.

Aspek kolaborasi juga perlu diperkuat pada periode selanjutnya. Penelitian yang melibatkan lebih banyak dosen lintas bidang keilmuan, mahasiswa, serta mitra eksternal akan membuka peluang terbentuknya kelompok riset yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong integrasi antara kepakaran dalam ilmu keolahragaan, kesehatan, teknologi, psikologi, pembinaan olahraga, dan evaluasi sehingga menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif serta memiliki daya ungkit yang lebih besar.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tahun 2024 dapat dinilai sebagai tahun penguatan fondasi penelitian Program Studi. Enam penelitian yang terlaksana dengan total pendanaan Rp145.000.000 telah memberikan kontribusi penting dalam menghidupkan dan mengimplementasikan roadmap penelitian, sekaligus memperlihatkan keberagaman tema yang relevan dengan kebutuhan pengembangan olahraga dan kesehatan. Capaian ini menjadi modal awal yang penting untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya dengan orientasi yang semakin kuat pada peningkatan mutu, produktivitas, kolaborasi, dan dampak penelitian.

Selanjutnya, pada tahun 2025 dan periode berikutnya, pengembangan penelitian perlu diarahkan secara lebih progresif dari konsolidasi menuju penguatan keunggulan dan peningkatan daya saing. Strategi tersebut mencakup peningkatan jumlah dan kualitas penelitian, perluasan sumber pendanaan eksternal, penguatan kelompok riset, peningkatan kolaborasi nasional dan internasional, peningkatan publikasi bereputasi, pengembangan HKI dan inovasi, serta peningkatan pemanfaatan hasil penelitian dalam pembelajaran, pembinaan olahraga, pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri olahraga.

Dengan demikian, implementasi Peta Jalan Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan tidak diarahkan semata-mata untuk meningkatkan jumlah penelitian, tetapi untuk membangun ekosistem penelitian yang berkualitas, berkelanjutan, kolaboratif, inovatif, berbasis kebutuhan, menghasilkan luaran yang terukur, serta memberikan dampak nyata. Orientasi tersebut sejalan dengan target roadmap Program Studi untuk menghasilkan publikasi berkualitas, inovasi dan HKI, model serta kebijakan berbasis bukti, produk dan layanan inovatif, pemberdayaan masyarakat, serta kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga dan kesehatan masyarakat.

Pada akhirnya, hasil evaluasi tahun 2024 menjadi instrumen pengendalian dan perbaikan berkelanjutan bagi Program Studi. Temuan evaluasi tidak hanya digunakan untuk menilai ketercapaian kegiatan pada tahun berjalan, tetapi juga menjadi dasar dalam menetapkan prioritas, memperbaiki strategi pendanaan, memperkuat kapasitas peneliti, mengembangkan jejaring kolaborasi, dan memastikan kesinambungan roadmap hingga tahun 2031. Dengan pendekatan tersebut, setiap kegiatan penelitian diharapkan semakin memiliki keterkaitan yang jelas antara input, proses, luaran, outcome, dan dampak, sehingga penelitian Program Studi mampu memberikan kontribusi yang semakin signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, kemajuan pembinaan dan prestasi olahraga, serta penguatan ekosistem industri olahraga di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

.


 PENUTUP

Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Surabaya Tahun 2024 memberikan gambaran mengenai pelaksanaan penelitian pada tahun pertama implementasi Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan penelitian telah berjalan dan menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan arah pengembangan keilmuan serta tema unggulan Program Studi.

Pada tahun 2024 tercatat 6 kegiatan penelitian dengan total pendanaan sebesar Rp145.000.000. Sebagian besar penelitian dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar FIKK, yaitu 5 penelitian dengan total dana Rp115.000.000, sedangkan 1 penelitian dilaksanakan melalui skema Penugasan Koordinator Prodi dengan dana Rp30.000.000. Komposisi tersebut mencerminkan karakter penelitian pada fase awal roadmap yang menekankan penguatan dasar dan konsolidasi penelitian.

Dari aspek substansi, penelitian tahun 2024 telah mencakup berbagai bidang yang relevan dengan pengembangan ilmu keolahragaan, antara lain performa atlet, pembinaan olahraga, olahraga tradisional, kesehatan dan perilaku, evaluasi program olahraga, serta respons fisiologis terhadap latihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah memberikan kontribusi terhadap beberapa tema unggulan roadmap, terutama Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan.

Pelaksanaan tersebut dinilai sesuai dengan Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi tahun 2024–2025, yang menempatkan penguatan fondasi penelitian, peningkatan kompetensi peneliti, pemetaan potensi riset, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, dan pengembangan tema unggulan sebagai prioritas. Dengan demikian, penelitian tahun 2024 telah memberikan fondasi yang cukup baik bagi pengembangan ekosistem penelitian Program Studi pada periode selanjutnya.

Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengembangan penelitian masih perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas, kolaborasi, diversifikasi pendanaan, kualitas luaran, keberlanjutan penelitian, publikasi, HKI, dan hilirisasi hasil penelitian. Penguatan aspek-aspek tersebut diperlukan agar penelitian tidak berhenti pada tahap menghasilkan temuan ilmiah, tetapi mampu berkembang menjadi model, instrumen, prototipe, produk, layanan, maupun rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

Ke depan, hasil penelitian dasar yang telah dikembangkan pada tahun 2024 perlu ditindaklanjuti melalui penelitian lanjutan dan penelitian terapan. Strategi ini penting untuk mempersiapkan Program Studi memasuki Tahap 2: Pengembangan dan Integrasi tahun 2026–2027, yang diarahkan pada pengembangan model, prototipe, produk inovatif, teknologi aplikatif, integrasi sport science, teknologi, kesehatan, dan industri olahraga.

Evaluasi berkala ini diharapkan menjadi bagian dari siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang dilaksanakan secara konsisten. Setiap hasil evaluasi perlu digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pengelolaan penelitian, memperkuat kapasitas dosen dan kelompok riset, serta meningkatkan kontribusi penelitian terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, implementasi roadmap penelitian diharapkan mampu membangun budaya akademik yang semakin kuat, meningkatkan produktivitas dan daya saing penelitian, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap prestasi olahraga, kesehatan masyarakat, pengembangan industri olahraga, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan pelaksanaan yang terarah dan evaluasi yang berkelanjutan, Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan diharapkan mampu mewujudkan ekosistem penelitian yang unggul, adaptif, inovatif, profesional, dan berdaya saing global, sebagaimana arah visi Program Studi.