LAPORAN
EVALUASI BERKALA PELAKSANAAN PENELITIAN
PROGRAM
STUDI S1 ILMU KEOLAHRAGAAN
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
TAHUN
2024
RINGKASAN
EKSEKUTIF
Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan
Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan
Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya Tahun 2024 disusun sebagai instrumen
untuk menilai pelaksanaan penelitian dosen sekaligus memastikan keterarahannya
terhadap Peta Jalan Penelitian (Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan
FIKK Unesa Tahun 2024–2031. Tahun 2024 merupakan tahun pertama implementasi
roadmap dan berada pada Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025).
Tahap ini diarahkan pada penguatan fondasi penelitian, pengembangan sumber daya
peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, pemetaan potensi
riset, serta pengembangan tema penelitian sesuai kebutuhan masyarakat dan
perkembangan ilmu keolahragaan.
Berdasarkan data pelaksanaan penelitian
tahun 2024, terdapat 6 kegiatan penelitian dengan total pendanaan sebesar
Rp145.000.000. Sebanyak 5 penelitian (83,33%) dilaksanakan melalui skema
Penelitian Dasar FIKK dengan total dana Rp115.000.000 (79,31%), sedangkan 1
penelitian (16,67%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Penugasan Koordinator
Prodi dengan dana sebesar Rp30.000.000 (20,69%). Komposisi tersebut menunjukkan
bahwa penelitian pada tahun pertama implementasi roadmap masih berorientasi
kuat pada penelitian dasar sebagai fondasi pengembangan pengetahuan,
pengumpulan bukti empiris, serta penguatan tema-tema penelitian unggulan
Program Studi.
Secara substantif, penelitian tahun 2024
menunjukkan keragaman tema yang mencakup performa atlet, kekuatan dan
kelincahan, olahraga tradisional, aspek psikologis dan perilaku kesehatan,
evaluasi program pembinaan olahraga, serta respons fisiologis terhadap latihan
dan suplementasi. Tema-tema tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan
bidang unggulan roadmap, terutama Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga,
Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan.
Roadmap Program Studi sendiri menetapkan delapan tema unggulan yang mencakup
Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Olahraga Pariwisata dan Rekreasi,
Industri Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Kesehatan Lingkungan dan
Masyarakat, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Promosi Kesehatan dan
Informasi Gizi.
Dari sisi kesesuaian dengan roadmap,
pelaksanaan penelitian tahun 2024 dapat dinilai selaras dengan karakter Tahap
1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi. Penelitian mengenai kekuatan otot tungkai
dan kelincahan atlet kabaddi serta penelitian olahraga tradisional pada anak
usia sekolah mendukung penguatan kajian kebutuhan dan performa atlet.
Penelitian evaluasi pembinaan olahraga bola tangan memperkuat aspek evaluasi
dan pengembangan sistem pembinaan. Sementara itu, penelitian mengenai emotional
eating, aktivitas fisik, stres dan depresi memperluas kajian keolahragaan
pada aspek kesehatan dan perilaku masyarakat. Penelitian suplementasi daun
yakon juga memperkuat kajian respons fisiologis, stres oksidatif, inflamasi,
DOMS, dan kerusakan otot setelah latihan.
Kekuatan lain yang terlihat adalah adanya
kesinambungan tema penelitian pada dosen tertentu, serta mulai berkembangnya
penelitian yang berpotensi diarahkan dari penelitian dasar menuju penelitian
yang lebih aplikatif. Kondisi ini menjadi modal penting bagi Program Studi
untuk membangun kesinambungan penelitian dari tahap pengumpulan bukti empiris
menuju pengembangan model, prototipe, produk, teknologi, dan inovasi.
Namun demikian, evaluasi juga menunjukkan
beberapa aspek yang perlu diperkuat pada periode berikutnya, terutama
peningkatan jumlah dan produktivitas penelitian, penguatan kolaborasi
antardosen, diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan publikasi ilmiah dan
HKI, pengembangan penelitian multi-tahun, serta hilirisasi hasil penelitian.
Hal tersebut penting karena roadmap menempatkan penguatan SDM peneliti,
kolaborasi nasional dan internasional, pendanaan riset berkelanjutan, publikasi
dan HKI berkualitas, infrastruktur penelitian, kemitraan dengan dunia usaha dan
industri, serta diseminasi dan hilirisasi sebagai faktor pendukung keberhasilan
implementasi roadmap.
Secara keseluruhan, pelaksanaan penelitian
tahun 2024 menunjukkan capaian yang positif dan sesuai dengan posisi Program
Studi pada tahap awal roadmap. Dominasi penelitian dasar dapat dipandang
sebagai bagian dari proses konsolidasi dan penguatan fondasi penelitian, bukan
semata-mata sebagai keterbatasan variasi penelitian. Fondasi tersebut
selanjutnya perlu dikembangkan secara bertahap agar menghasilkan penelitian
terapan, inovasi, publikasi bereputasi, HKI, produk dan layanan inovatif, serta
dampak nyata bagi olahraga dan kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, hasil evaluasi tahun 2024
menjadi dasar penting bagi Program Studi untuk melanjutkan penguatan penelitian
pada tahun 2025 sekaligus mempersiapkan transisi menuju Tahap 2: Pengembangan
dan Integrasi (2026–2027), yang dalam roadmap diarahkan pada pengembangan model
penelitian terapan, prototipe, produk inovatif, teknologi aplikatif, integrasi sport
science, teknologi, kesehatan, dan industri olahraga.
A. PENDAHULUAN
Penelitian
merupakan salah satu unsur strategis dalam pelaksanaan tridharma perguruan
tinggi dan menjadi bagian penting dalam pengembangan mutu akademik Program
Studi S1 Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas
Negeri Surabaya. Melalui kegiatan penelitian, Program Studi berupaya
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan, meningkatkan
kompetensi dosen, menghasilkan bukti ilmiah, serta memberikan kontribusi
terhadap penyelesaian permasalahan di bidang olahraga dan kesehatan.
Pelaksanaan penelitian di Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan diarahkan untuk mendukung visi Program Studi, yaitu memiliki lulusan yang unggul, berkompeten di bidang Ilmu Keolahragaan dan Teknologi, berbasis penelitian, adaptif, serta memiliki daya saing global pada tahun 2035 dengan memberikan layanan prima yang profesional. Visi tersebut menjadi landasan dalam membangun budaya akademik berbasis penelitian, inovasi teknologi, kolaborasi multidisiplin, dan pengembangan ilmu keolahragaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta perkembangan global.
Arah pengembangan penelitian tersebut dituangkan dalam Peta Jalan Penelitian (Research Roadmap) Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031. Roadmap terdiri atas empat tahapan strategis, yaitu Tahap 1 Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025), Tahap 2 Pengembangan dan Integrasi (2026–2027), Tahap 3 Penguatan Daya Saing dan Kolaborasi (2028–2029), serta Tahap 4 Keunggulan dan Dampak Global (2030–2031).
Tahun 2024 merupakan tahun pertama implementasi roadmap tersebut. Oleh karena itu, evaluasi pelaksanaan penelitian tahun 2024 menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana aktivitas penelitian telah berjalan sesuai arah strategis yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi kekuatan, kendala, dan peluang pengembangan penelitian pada tahun berikutnya.
Laporan ini disusun
sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap pelaksanaan penelitian Program Studi
S1 Ilmu Keolahragaan pada tahun 2024. Evaluasi mencakup jumlah penelitian,
skema penelitian, pendanaan, fokus dan tema penelitian, keterkaitan dengan
roadmap, serta rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas dan
keberlanjutan penelitian Program Studi.
B. TUJUAN
EVALUASI
Evaluasi berkala pelaksanaan penelitian
tahun 2024 bertujuan untuk:
- mengetahui pelaksanaan
kegiatan penelitian dosen Program Studi pada tahun 2024;
- mengetahui
jumlah dan besaran pendanaan penelitian;
- mengidentifikasi
skema penelitian yang digunakan;
- memetakan
fokus dan tema penelitian berdasarkan bidang unggulan Program Studi;
- mengevaluasi
kesesuaian penelitian dengan Peta Jalan Penelitian Prodi;
- mengidentifikasi
capaian dan kekuatan pelaksanaan penelitian;
- mengidentifikasi
aspek yang masih perlu ditingkatkan;
- menyusun
rencana tindak lanjut untuk peningkatan kualitas, produktivitas, relevansi,
dan keberlanjutan penelitian..
C. KEDUDUKAN
TAHUN 2024 DALAM ROADMAP PENELITIAN
Tahun
2024 merupakan tahun pertama Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi
(2024–2025) dalam Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK
Unesa.
Pada
tahap ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat fondasi penelitian Program
Studi melalui:
- pemetaan
potensi riset;
- penguatan
sumber daya manusia peneliti;
- pembangunan
budaya akademik berbasis penelitian;
- pengembangan
infrastruktur penelitian;
- peningkatan kompetensi
dosen dan mahasiswa;
- penguatan
kelompok riset;
- peningkatan
publikasi nasional;
- pengembangan
kolaborasi internal antarbidang keilmuan.
Selain
itu, tema penelitian pada tahap ini mencakup teknologi olahraga dasar, pemetaan
kebugaran dan kesehatan masyarakat, pengembangan instrumen evaluasi olahraga
dan kesehatan, perilaku hidup sehat, literasi gizi, serta pengembangan
penelitian promotif dan preventif.
Dengan
demikian, pelaksanaan penelitian tahun 2024 dinilai berdasarkan kontribusinya
terhadap proses konsolidasi dan penguatan fondasi penelitian sebelum
Program Studi memasuki tahap pengembangan dan integrasi pada tahun 2026–2027.
D. GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN
2024
Berdasarkan data penelitian tahun 2024,
terdapat 6 kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen Program
Studi dengan total dana sebesar Rp145.000.000.
Seluruh penelitian pada data yang tersedia
bersumber dari skema penelitian internal/kelembagaan, yaitu Penelitian Dasar
FIKK dan Penelitian Penugasan Koordinator Prodi.
Tabel 1.
Rekapitulasi Penelitian Tahun 2024
|
No. |
Skema Penelitian |
Jumlah Penelitian |
Total Dana |
|
1 |
Penelitian Dasar FIKK |
5 |
Rp115.000.000 |
|
2 |
Penelitian Penugasan Koordinator Prodi |
1 |
Rp30.000.000 |
|
Total |
6 |
Rp145.000.000 |
Berdasarkan
tabel tersebut, pelaksanaan penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan pada
tahun 2024 masih didominasi oleh skema Penelitian Dasar FIKK, yaitu
sebanyak 5 penelitian atau 83,33% dari keseluruhan 6 penelitian yang
tercatat. Dari sisi pendanaan, kelima penelitian tersebut memperoleh total dana
sebesar Rp115.000.000, atau sekitar 79,31% dari total pendanaan
penelitian tahun 2024 yang mencapai Rp145.000.000. Dominasi skema
penelitian dasar ini menunjukkan bahwa aktivitas penelitian pada tahun pertama
implementasi roadmap masih diarahkan pada penguatan basis keilmuan, pengumpulan
bukti empiris, pengkajian berbagai permasalahan keolahragaan dan kesehatan, serta
pengembangan fondasi pengetahuan yang dapat menjadi dasar bagi penelitian
lanjutan.
Sementara
itu, terdapat 1 penelitian melalui skema Penugasan Koordinator Prodi
dengan total dana sebesar Rp30.000.000, atau sekitar 20,69% dari
keseluruhan pendanaan penelitian. Meskipun secara jumlah hanya mencakup
16,67% dari total penelitian, keberadaan penelitian penugasan ini memiliki arti
strategis karena menunjukkan adanya upaya Program Studi untuk mengarahkan
penelitian pada tema tertentu yang dinilai relevan dengan kebutuhan
pengembangan keilmuan dan prioritas Program Studi. Penelitian tersebut juga
dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan tema penelitian serta
memperkuat keterkaitan antara penelitian dasar dengan kebutuhan nyata di bidang
olahraga dan kesehatan.
Komposisi
tersebut memperlihatkan bahwa tahun 2024 merupakan fase awal konsolidasi dan
penguatan fondasi penelitian Program Studi. Kondisi ini selaras dengan Peta
Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031 yang
menetapkan periode 2024–2025 sebagai Tahap 1: Penguatan Dasar dan
Konsolidasi. Pada tahap ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat fondasi
riset melalui pemetaan potensi penelitian, penguatan sumber daya manusia
peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, peningkatan
kompetensi dosen dan mahasiswa, serta identifikasi tema-tema riset unggulan
sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu keolahragaan.
Lebih
lanjut, karakter penelitian tahun 2024 juga menunjukkan kesesuaian dengan
substansi Tahap 1 roadmap, terutama melalui penelitian mengenai kebutuhan
dan performa atlet, pembinaan olahraga, kesehatan, aktivitas fisik, serta
evaluasi olahraga dan kesehatan. Beberapa penelitian bahkan mulai
memperlihatkan keterkaitan dengan pengembangan penelitian yang lebih aplikatif,
seperti kajian terhadap respons fisiologis setelah latihan dan evaluasi program
pembinaan olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara skema masih
didominasi penelitian dasar, arah substansi penelitian telah mulai membangun
jembatan menuju penelitian terapan yang menjadi fokus pada tahap
pengembangan berikutnya.
Dengan demikian,
dominasi Penelitian Dasar FIKK pada tahun 2024 tidak semata-mata menunjukkan
keterbatasan variasi skema penelitian, tetapi dapat dipahami sebagai
karakteristik yang sesuai dengan posisi Program Studi pada tahun pertama
implementasi roadmap. Penelitian dasar berperan sebagai fondasi untuk
menghasilkan data, model konseptual, temuan empiris, dan pengetahuan yang selanjutnya
dapat dikembangkan menjadi penelitian terapan, prototipe, inovasi, publikasi
bereputasi, HKI, maupun produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan
industri olahraga. Arah tersebut sesuai dengan roadmap yang pada tahap
berikutnya menargetkan pengembangan model, prototipe, produk inovatif, dan
teknologi aplikatif.
E. DATA
PELAKSANAAN PENELITIAN TAHUN 2024
Berdasarkan
data pelaksanaan penelitian tahun 2024, terdapat 8 kegiatan penelitian
yang secara eksplisit tercantum sebagai penelitian pada tahun berjalan, yang
terdiri atas 2 penelitian bersumber dana APBN dan 6
penelitian bersumber dana non-APBN. Komposisi tersebut menunjukkan
bahwa aktivitas penelitian Program Studi telah berlangsung melalui lebih dari
satu jalur pendanaan, baik melalui skema pendanaan eksternal pemerintah maupun
dukungan pendanaan non-APBN. Kondisi ini merupakan indikator positif dalam
membangun ekosistem penelitian yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Secara
keseluruhan, total pendanaan penelitian tahun 2024 yang tercantum dalam data
mencapai Rp474.530.000. Rincian jumlah penelitian dan
pendanaan adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Rekapitulasi Penelitian Tahun 2024
|
No. |
Sumber Dana |
Jumlah
Penelitian |
Total
Dana |
|
1 |
APBN |
2 |
Rp269.530.000 |
|
2 |
Non-APBN |
6 |
Rp205.000.000 |
|
Total |
APBN
+ Non-APBN |
8 |
Rp474.530.000 |
Dari
sisi komposisi pendanaan, sumber dana APBN memberikan kontribusi sebesar
56,81% terhadap keseluruhan pendanaan penelitian, sedangkan sumber dana non-APBN
berkontribusi sebesar 43,19%. Komposisi ini memperlihatkan bahwa lebih dari
separuh dukungan pendanaan penelitian pada tahun 2024 berasal dari skema APBN.
Kondisi tersebut menjadi capaian yang penting, karena menunjukkan adanya
kemampuan dosen Program Studi dalam memperoleh dukungan pendanaan melalui skema
penelitian yang bersifat kompetitif dan memiliki tuntutan kualitas proposal
serta luaran penelitian.
Khususnya,
dua penelitian yang memperoleh pendanaan APBN dilaksanakan melalui skema Penelitian
Fundamental Reguler (DRPM/BIMA). Keberhasilan memperoleh pendanaan pada
skema tersebut menunjukkan bahwa kapasitas penelitian dosen telah mulai
berkembang menuju penelitian yang lebih terstruktur, berbasis permasalahan
ilmiah, dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan
keilmuan. Dengan demikian, pendanaan APBN tidak hanya dapat dilihat dari aspek
nominal, tetapi juga sebagai salah satu indikator berkembangnya kapasitas
dan daya saing peneliti Program Studi.
Di
sisi lain, kontribusi pendanaan non-APBN sebesar 43,19% juga menunjukkan
bahwa pengembangan penelitian tidak sepenuhnya bergantung pada sumber pendanaan
APBN. Dukungan melalui skema non-APBN menjadi instrumen penting dalam
memberikan ruang bagi dosen untuk mengembangkan penelitian dasar, penelitian
bidang keolahragaan dan kesehatan, serta penelitian yang relevan dengan
kebutuhan Program Studi dan Fakultas. Keberadaan sumber pendanaan tersebut
sekaligus menunjukkan adanya dukungan internal terhadap penguatan budaya
penelitian.
Jika
dilihat dalam konteks implementasi Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu
Keolahragaan FIKK Unesa Tahun 2024–2031, capaian pendanaan tahun 2024
memiliki arti strategis karena tahun 2024 merupakan awal Tahap 1: Penguatan
Dasar dan Konsolidasi (2024–2025). Tahap ini diarahkan pada penguatan
sumber daya peneliti, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian,
pengembangan infrastruktur penelitian, peningkatan kompetensi, serta penguatan
tema-tema riset unggulan Program Studi.
Dengan
demikian, keberadaan 8 kegiatan penelitian dengan dukungan pendanaan
Rp474.530.000 dapat dipandang sebagai salah satu modal awal yang penting
dalam implementasi roadmap penelitian. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pada
tahun pertama implementasi roadmap, Program Studi telah memiliki aktivitas
penelitian yang didukung oleh sumber pendanaan yang relatif beragam dan telah
mampu mengakses pendanaan eksternal melalui skema kompetitif.
Namun
demikian, evaluasi ke depan tidak hanya perlu berorientasi pada peningkatan
jumlah penelitian dan besaran dana, tetapi juga pada kualitas sumber
pendanaan, keberlanjutan penelitian, produktivitas luaran, kolaborasi,
publikasi, HKI, serta potensi hilirisasi hasil penelitian. Roadmap Program
Studi menempatkan pendanaan riset berkelanjutan, kolaborasi nasional dan
internasional, publikasi dan HKI berkualitas, pengembangan infrastruktur,
kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi
sebagai faktor pendukung keberhasilan implementasi penelitian.
Oleh karena itu, capaian pendanaan tahun 2024 dapat dinilai sebagai fondasi yang positif, tetapi masih perlu ditindaklanjuti dengan strategi peningkatan pendanaan secara bertahap. Program Studi perlu mendorong dosen untuk meningkatkan partisipasi pada hibah kompetitif nasional dan internasional, memperluas kerja sama penelitian dengan mitra eksternal, serta mengembangkan penelitian yang memiliki kesinambungan dari penelitian dasar menuju penelitian terapan dan hilirisasi. Strategi tersebut akan memperkuat posisi penelitian sebagai penggerak utama pengembangan keilmuan, inovasi, dan daya saing Program Studi sesuai arah roadmap penelitian 2024–2031.
F. DAFTAR
PENELITIAN TAHUN 2024
Tabel 2. Pelaksanaan Penelitian Program
Studi Tahun 2024
|
No. |
Nama Peneliti |
Judul
Penelitian |
Tahun |
Jabatan |
Skema |
Total Dana |
|
1 |
Prof.
Dr. Himawan Wismanadi, M.Pd. |
Pengaruh
Kekuatan Otot Tungkai terhadap Kelincahan Atlet Kabaddi |
2024 |
Ketua |
Penelitian Dasar FIKK |
Rp22.500.000 |
|
2 |
Yudi
Dwi Seputra, M.Pd. |
Pengaruh
Kemampuan Olahraga Tradisional Hadang-Gobak Sodor terhadap Kepercayaan Diri
Atlet Usia Sekolah Dasar di Jawa Timur |
2024 |
Ketua |
Penelitian Dasar FIKK |
Rp22.500.000 |
|
3 |
Dita
Yuliastrid, S.Si., M.Kes. |
Perilaku
Emotional Eating dalam Kaitannya dengan Aktivitas Fisik, Stress dan
Depresi pada Wanita |
2024 |
Ketua |
Penelitian Dasar FIKK |
Rp25.000.000 |
|
4 |
Dr.
Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd. |
Evaluasi
Program Pembinaan Olahraga Bola Tangan Putra di Kabupaten Sumenep |
2024 |
Ketua |
Penelitian Dasar FIKK |
Rp22.500.000 |
|
5 |
Dr.
Roy Januardi Irawan, S.Or., M.Kes. |
Suplementasi
Kapsul Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap Stres Oksidatif
dan Inflamasi Pasca Latihan Berat |
2024 |
Ketua |
Penelitian Dasar FIKK |
Rp22.500.000 |
|
6 |
Dr.
Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd. |
Suplementasi
Kapsul Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap Delayed Onset
Muscle Soreness dan Kerusakan Otot pada Atlet UKM Pencak Silat |
2024 |
Ketua |
Penelitian Penugasan Koordinator Prodi |
Rp30.000.000 |
|
Total |
Rp145.000.000 |
G. EVALUASI
BERDASARKAN TEMA PENELITIAN
Penelitian
tahun 2024 menunjukkan cakupan tema yang cukup beragam, meliputi performa
atlet, olahraga tradisional, psikologi olahraga dan kesehatan, evaluasi pembinaan
olahraga, serta penelitian terkait respons fisiologis terhadap latihan dan
suplementasi.
Keragaman
tema tersebut dapat dipetakan terhadap tema unggulan penelitian Program Studi
yang meliputi Ilmu Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Olahraga Pariwisata dan
Rekreasi, Industri Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, Kesehatan
Lingkungan dan Masyarakat, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Promosi
Kesehatan dan Informasi Gizi.
Tabel 3. Pemetaan Penelitian Tahun 2024
dengan Tema Unggulan Roadmap
|
No. |
Fokus
Penelitian |
Tema Unggulan
Roadmap |
Tingkat
Kesesuaian |
|
1 |
Kekuatan
otot tungkai dan kelincahan atlet kabaddi |
Ilmu
Keolahragaan; Pembinaan Olahraga; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan |
Tinggi |
|
2 |
Olahraga
tradisional dan kepercayaan diri atlet usia sekolah dasar |
Ilmu
Keolahragaan; Pembinaan Olahraga |
Tinggi |
|
3 |
Emotional
eating, aktivitas fisik, stress dan depresi |
Ilmu
Keolahragaan; Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat; Promosi Kesehatan |
Tinggi |
|
4 |
Evaluasi
program pembinaan bola tangan |
Pembinaan
Olahraga; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan |
Sangat Tinggi |
|
5 |
Daun
yakon, stres oksidatif dan inflamasi pasca latihan berat |
Teknologi
Olahraga dan Kesehatan; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan |
Tinggi |
|
6 |
Daun
yakon, DOMS dan kerusakan otot atlet pencak silat |
Teknologi
Olahraga dan Kesehatan; Evaluasi Olahraga dan Kesehatan; Pembinaan Olahraga |
Sangat Tinggi |
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa seluruh
penelitian tahun 2024 memiliki keterkaitan dengan tema unggulan roadmap Program
Studi. Dominasi penelitian berada pada rumpun Ilmu Keolahragaan,
Pembinaan Olahraga, Evaluasi Olahraga dan Kesehatan, serta Teknologi Olahraga
dan Kesehatan.
H. EVALUASI
KESESUAIAN DENGAN TAHAP 1 ROADMAP 2024–2025
Roadmap
penelitian menetapkan tahun 2024–2025 sebagai Tahap 1: Penguatan Dasar dan
Konsolidasi. Tahap ini diarahkan pada penguatan fondasi penelitian melalui
pemetaan potensi riset, penguatan sumber daya manusia peneliti, pembangunan
budaya akademik berbasis penelitian, pengembangan infrastruktur penelitian, peningkatan
kompetensi dosen dan mahasiswa, serta identifikasi tema riset unggulan.
Selain
itu, penelitian pada tahap ini diarahkan pada studi kebutuhan dan potensi
atlet, teknologi olahraga dasar, pemetaan kebugaran dan kesehatan masyarakat,
pengembangan instrumen evaluasi olahraga dan kesehatan, perilaku hidup sehat,
literasi gizi, dan edukasi berbasis komunitas.
Berdasarkan
karakteristik penelitian tahun 2024, terdapat kesesuaian yang kuat dengan arah
tersebut.
1. Penguatan
penelitian performa dan pembinaan atlet
Penelitian
tentang hubungan kekuatan otot tungkai dengan kelincahan atlet kabaddi secara
langsung berhubungan dengan pengembangan ilmu olahraga dan kebutuhan pembinaan
atlet. Penelitian mengenai olahraga tradisional Hadang-Gobak Sodor dan
kepercayaan diri atlet usia sekolah dasar juga memperluas kajian pembinaan
olahraga pada kelompok usia dini sekaligus mengintegrasikan aspek fisik dan
psikologis dalam aktivitas olahraga.
2. Penguatan
penelitian evaluasi pembinaan olahraga
Penelitian
tentang evaluasi program pembinaan olahraga bola tangan putra di Kabupaten
Sumenep memiliki kesesuaian sangat kuat dengan arah roadmap, khususnya pada
bidang Pembinaan Olahraga dan Evaluasi Olahraga dan Kesehatan. Penelitian
ini dapat menjadi basis penyediaan informasi empiris untuk mengevaluasi
efektivitas program pembinaan olahraga serta menjadi dasar pengembangan model
pembinaan yang lebih efektif.
3. Penguatan
penelitian olahraga dan Kesehatan
Penelitian
mengenai emotional eating, aktivitas fisik, stress dan depresi menunjukkan
pengembangan kajian ilmu keolahragaan yang terintegrasi dengan aspek kesehatan
dan perilaku masyarakat. Penelitian tersebut relevan dengan arah roadmap yang
mengintegrasikan ilmu keolahragaan dengan kesehatan masyarakat dan penelitian
promotif-preventif.
4. Penguatan
penelitian respons fisiologis terhadap Latihan
Dua penelitian
mengenai suplementasi kapsul daun yakon menunjukkan pengembangan penelitian
yang berorientasi pada respons tubuh terhadap latihan, khususnya stres
oksidatif, inflamasi, DOMS, dan kerusakan otot. Kedua penelitian tersebut
memperkuat basis penelitian pada bidang Teknologi Olahraga dan Kesehatan
serta Evaluasi Olahraga dan Kesehatan.
I. EVALUASI
KETERLIBATAN DOSEN
Berdasarkan
data yang tersedia, terdapat 5 dosen berbeda yang tercatat sebagai ketua
penelitian pada tahun 2024. Beberapa dosen tercatat memimpin lebih dari satu
kegiatan penelitian. Dr. Heri Wahyudi, S.Or., M.Pd., misalnya, terlibat sebagai
ketua pada penelitian evaluasi program pembinaan olahraga bola tangan dan penelitian
suplementasi kapsul daun yakon pada atlet UKM pencak silat.
Kondisi
ini menunjukkan adanya kesinambungan dan pengembangan fokus penelitian oleh
dosen, khususnya pada bidang pembinaan olahraga dan respons fisiologis terhadap
latihan.
Namun,
pola penelitian tahun 2024 masih didominasi oleh posisi ketua penelitian,
sehingga penguatan kolaborasi antardosen dan keterlibatan anggota penelitian
perlu terus dikembangkan. Hal tersebut penting untuk membangun kelompok riset
yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Roadmap
Program Studi sendiri menekankan pentingnya penguatan kelompok riset dan
pengembangan kolaborasi internal antarbidang keilmuan pada tahap Penguatan
Dasar dan Konsolidasi.
J. EVALUASI
PENDANAAN PENELITIAN
Total
pendanaan penelitian tahun 2024 sebesar Rp145.000.000. Pendanaan
terbesar berasal dari Penelitian Dasar FIKK, sedangkan satu penelitian
memperoleh pendanaan melalui Penelitian Penugasan Koordinator Prodi.
Distribusi
dana menunjukkan bahwa penelitian dasar masih menjadi instrumen utama
pengembangan penelitian Program Studi. Kondisi tersebut sesuai dengan karakter
Tahap 1 roadmap yang menempatkan penguatan fondasi penelitian sebagai
prioritas.
Namun,
untuk periode berikutnya diperlukan peningkatan diversifikasi sumber pendanaan,
terutama melalui hibah kompetitif nasional, kerja sama dengan mitra, dunia
usaha dan industri, serta peluang pendanaan internasional.
Roadmap
menetapkan pendanaan riset berkelanjutan sebagai salah satu faktor
pendukung implementasi roadmap, bersama dengan penguatan SDM, kolaborasi
nasional dan internasional, publikasi, HKI, infrastruktur laboratorium,
kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta diseminasi dan hilirisasi
riset.
I. CAPAIAN
DAN KEKUATAN PENELITIAN TAHUN 2024
Berdasarkan
hasil evaluasi, beberapa capaian dan kekuatan pelaksanaan penelitian tahun 2024
adalah:
- terdapat 6
kegiatan penelitian dengan total pendanaan Rp145.000.000;
- penelitian
telah berjalan pada tahun pertama implementasi roadmap 2024–2031;
- seluruh
penelitian memiliki keterkaitan dengan tema unggulan penelitian Program
Studi;
- penelitian
mencakup aspek performa atlet dan pembinaan olahraga;
- terdapat
penelitian evaluasi program pembinaan olahraga;
- terdapat
pengembangan penelitian olahraga tradisional dan aspek psikologis atlet;
- penelitian
kesehatan dan olahraga mulai berkembang secara lebih terintegrasi;
- terdapat
penelitian yang mengkaji respons fisiologis pasca latihan;
- terdapat
kesinambungan fokus penelitian pada beberapa dosen;
- komposisi
penelitian menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan Tahap 1: Penguatan
Dasar dan Konsolidasi roadmap.
K. AREA
YANG PERLU DITINGKATKAN
Meskipun
pelaksanaan penelitian tahun 2024 telah sesuai dengan tahap awal roadmap,
beberapa aspek perlu diperkuat.
1. Peningkatan
jumlah dan produktivitas penelitian
Program Studi perlu mendorong
peningkatan jumlah penelitian secara bertahap dengan tetap mempertahankan
kualitas dan relevansinya terhadap roadmap.
2. Peningkatan
kolaborasi penelitian
Kolaborasi
antardosen perlu diperluas agar terbentuk kelompok riset yang lebih kuat dan
penelitian tidak berjalan secara individual.
3. Diversifikasi
sumber pendanaan
Perlu
dilakukan peningkatan pengajuan proposal pada hibah nasional, skema kompetitif,
kerja sama industri, dan pendanaan internasional.
4. Pengembangan
penelitian berkelanjutan
Penelitian
yang memiliki potensi besar perlu dikembangkan menjadi penelitian lanjutan
sehingga terbentuk kesinambungan dari penelitian dasar menuju penelitian
terapan dan inovasi.
5. Peningkatan
luaran penelitian
Hasil
penelitian perlu diarahkan tidak hanya pada penyelesaian kegiatan penelitian,
tetapi juga pada publikasi ilmiah, HKI, prototipe, model pembinaan, instrumen,
dan luaran inovatif lainnya.
6. Penguatan
hilirisasi
Hasil penelitian yang memiliki potensi implementasi perlu didorong menuju pemanfaatan oleh klub olahraga, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, maupun dunia usaha dan industri.
L. RENCANA
TINDAK LANJUT
Tabel
4. Rencana Tindak Lanjut Pelaksanaan Penelitian
|
No. |
Hasil
Evaluasi |
Rencana
Tindak Lanjut |
Indikator
Keberhasilan |
|
1 |
Penelitian
telah sesuai dengan tema roadmap |
Mempertahankan
pemetaan penelitian terhadap roadmap |
Seluruh
penelitian terpetakan |
|
2 |
Penelitian
masih dominan bersifat dasar |
Mendorong
penelitian lanjutan menuju penelitian terapan |
Peningkatan
penelitian terapan |
|
3 |
Kolaborasi
antardosen perlu diperkuat |
Membentuk
dan mengembangkan kelompok riset |
Peningkatan
penelitian kolaboratif |
|
4 |
Sumber
pendanaan masih terbatas |
Meningkatkan
pengajuan hibah kompetitif nasional dan eksternal |
Bertambahnya
jumlah hibah |
|
5 |
Beberapa
penelitian memiliki potensi keberlanjutan |
Mengembangkan
penelitian multi-tahun |
Terbentuk
kesinambungan penelitian |
|
6 |
Luaran
perlu diperkuat |
Pendampingan
publikasi, HKI dan pengembangan produk |
Peningkatan
publikasi/HKI/produk |
|
7 |
Penelitian
kesehatan dan olahraga berkembang |
Mengintegrasikan
tema olahraga, kesehatan dan masyarakat |
Bertambahnya
penelitian multidisiplin |
|
8 |
Potensi
hilirisasi tersedia |
Mengembangkan
kerja sama dengan mitra pengguna hasil penelitian |
Bertambahnya
hasil penelitian yang diimplementasikan |
M. KESIMPULAN
Hasil
evaluasi berkala pelaksanaan penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan,
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya
tahun 2024 menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah terlaksana secara aktif,
terarah, dan relevan dengan visi pengembangan keilmuan Program Studi.
Pelaksanaan penelitian tidak hanya mencerminkan produktivitas dosen dalam
menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menunjukkan adanya upaya sistematis
untuk mengarahkan kegiatan penelitian agar sesuai dengan Peta Jalan
Penelitian Program Studi Tahun 2024–2031. Dengan demikian, aktivitas
penelitian pada tahun 2024 dapat dipandang sebagai bagian penting dari proses
pembangunan ekosistem riset yang berkelanjutan di lingkungan Program Studi.
Pada
tahun 2024 tercatat sebanyak 6 kegiatan penelitian dengan total
pendanaan mencapai Rp145.000.000. Berdasarkan skema pendanaan, sebanyak 5
penelitian (83,33%) dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar FIKK,
sedangkan 1 penelitian (16,67%) dilaksanakan melalui skema Penelitian
Penugasan Koordinator Prodi. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa dukungan
pendanaan internal fakultas masih menjadi instrumen utama dalam mendorong
produktivitas penelitian dosen. Pada saat yang sama, keberadaan penelitian
penugasan pada tingkat Program Studi menunjukkan adanya mekanisme internal
untuk mengarahkan penelitian pada isu atau kebutuhan strategis yang relevan
dengan pengembangan Program Studi.
Dari
perspektif substansi, penelitian tahun 2024 memperlihatkan keragaman tema
yang sekaligus memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan utama Ilmu
Keolahragaan. Tema penelitian mencakup aspek kekuatan dan kelincahan atlet,
olahraga tradisional, aspek psikologis dan perilaku kesehatan, evaluasi
pembinaan olahraga, serta respons fisiologis terhadap latihan dan suplementasi.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian Program Studi tidak
bersifat parsial, melainkan telah mencakup dimensi prestasi olahraga,
kebugaran, kesehatan, perilaku, pembinaan, serta pengembangan olahraga berbasis
potensi lokal.
Jika
dipetakan terhadap arah pengembangan penelitian Program Studi, tema-tema
tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan beberapa bidang unggulan, yaitu Ilmu
Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta
Evaluasi Olahraga dan Kesehatan. Penelitian mengenai performa fisik dan
respons fisiologis, misalnya, memperkuat basis keilmuan dalam pengembangan
prestasi dan kesehatan olahraga. Sementara itu, penelitian mengenai aspek
psikologis, perilaku kesehatan, olahraga tradisional, dan evaluasi pembinaan
memperluas perspektif penelitian agar tidak hanya berorientasi pada performa
atlet, tetapi juga mempertimbangkan dimensi manusia, sosial, budaya, dan sistem
pembinaan olahraga.
Dari
sisi roadmap, pelaksanaan penelitian tahun 2024 menunjukkan keselarasan yang
kuat dengan Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi (2024–2025). Tahap ini
merupakan periode fundamental untuk membangun fondasi penelitian Program Studi
melalui penguatan kapasitas peneliti, pemetaan dan konsolidasi tema unggulan,
identifikasi permasalahan prioritas, serta pengembangan penelitian yang
berorientasi pada kebutuhan atlet, kebugaran dan kesehatan, pembinaan olahraga,
serta evaluasi olahraga dan kesehatan. Oleh karena itu, capaian penelitian
tahun 2024 dapat dipandang bukan sekadar sebagai capaian kuantitatif, tetapi
sebagai baseline strategis untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas
penelitian pada tahap-tahap roadmap berikutnya.
Meskipun
demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya ruang pengembangan yang perlu
menjadi perhatian Program Studi. Jumlah penelitian dan sumber pendanaan pada
tahun 2024 perlu terus ditingkatkan secara bertahap, terutama melalui diversifikasi
sumber pendanaan, peningkatan keterlibatan dalam skema penelitian
kompetitif nasional maupun internasional, serta penguatan jejaring penelitian
dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi olahraga, pemerintah,
dunia usaha, dan mitra industri. Diversifikasi tersebut penting untuk
mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan internal sekaligus meningkatkan
daya saing dan jejaring akademik Program Studi.
Selain
aspek kuantitas, peningkatan kualitas luaran penelitian perlu menjadi
prioritas. Setiap penelitian diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian
laporan penelitian, tetapi diarahkan untuk menghasilkan luaran yang terukur,
seperti publikasi pada jurnal bereputasi, prosiding ilmiah, buku atau book
chapter, HKI/paten, prototipe, model intervensi, instrumen, policy brief,
maupun produk dan layanan inovatif. Dengan demikian, keberhasilan penelitian
tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kegiatan dan besaran dana, tetapi juga
berdasarkan kualitas, relevansi, keberlanjutan, keterterapan, dan dampak
dari hasil penelitian.
Aspek
kolaborasi juga perlu diperkuat pada periode selanjutnya. Penelitian yang
melibatkan lebih banyak dosen lintas bidang keilmuan, mahasiswa, serta mitra
eksternal akan membuka peluang terbentuknya kelompok riset yang lebih produktif
dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong integrasi
antara kepakaran dalam ilmu keolahragaan, kesehatan, teknologi, psikologi,
pembinaan olahraga, dan evaluasi sehingga menghasilkan penelitian yang lebih
komprehensif serta memiliki daya ungkit yang lebih besar.
Berdasarkan
hasil evaluasi tersebut, tahun 2024 dapat dinilai sebagai tahun penguatan
fondasi penelitian Program Studi. Enam penelitian yang terlaksana dengan
total pendanaan Rp145.000.000 telah memberikan kontribusi penting dalam
menghidupkan dan mengimplementasikan roadmap penelitian, sekaligus
memperlihatkan keberagaman tema yang relevan dengan kebutuhan pengembangan
olahraga dan kesehatan. Capaian ini menjadi modal awal yang penting untuk
memasuki tahap pengembangan berikutnya dengan orientasi yang semakin kuat pada
peningkatan mutu, produktivitas, kolaborasi, dan dampak penelitian.
Selanjutnya,
pada tahun 2025 dan periode berikutnya, pengembangan penelitian perlu diarahkan
secara lebih progresif dari konsolidasi menuju penguatan keunggulan dan
peningkatan daya saing. Strategi tersebut mencakup peningkatan jumlah dan
kualitas penelitian, perluasan sumber pendanaan eksternal, penguatan kelompok
riset, peningkatan kolaborasi nasional dan internasional, peningkatan publikasi
bereputasi, pengembangan HKI dan inovasi, serta peningkatan pemanfaatan hasil
penelitian dalam pembelajaran, pembinaan olahraga, pelayanan kesehatan,
pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri olahraga.
Dengan
demikian, implementasi Peta Jalan Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan
tidak diarahkan semata-mata untuk meningkatkan jumlah penelitian, tetapi
untuk membangun ekosistem penelitian yang berkualitas, berkelanjutan,
kolaboratif, inovatif, berbasis kebutuhan, menghasilkan luaran yang terukur,
serta memberikan dampak nyata. Orientasi tersebut sejalan dengan target
roadmap Program Studi untuk menghasilkan publikasi berkualitas, inovasi dan
HKI, model serta kebijakan berbasis bukti, produk dan layanan inovatif,
pemberdayaan masyarakat, serta kontribusi terhadap peningkatan prestasi
olahraga dan kesehatan masyarakat.
Pada
akhirnya, hasil evaluasi tahun 2024 menjadi instrumen pengendalian dan
perbaikan berkelanjutan bagi Program Studi. Temuan evaluasi tidak hanya
digunakan untuk menilai ketercapaian kegiatan pada tahun berjalan, tetapi juga
menjadi dasar dalam menetapkan prioritas, memperbaiki strategi pendanaan,
memperkuat kapasitas peneliti, mengembangkan jejaring kolaborasi, dan
memastikan kesinambungan roadmap hingga tahun 2031. Dengan pendekatan tersebut,
setiap kegiatan penelitian diharapkan semakin memiliki keterkaitan yang jelas
antara input, proses, luaran, outcome, dan dampak, sehingga penelitian
Program Studi mampu memberikan kontribusi yang semakin signifikan bagi
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan, peningkatan kualitas
kesehatan masyarakat, kemajuan pembinaan dan prestasi olahraga, serta penguatan
ekosistem industri olahraga di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
.
PENUTUP
Laporan Evaluasi Berkala Pelaksanaan
Penelitian Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK Universitas Negeri Surabaya
Tahun 2024 memberikan gambaran mengenai pelaksanaan penelitian pada tahun
pertama implementasi Peta Jalan Penelitian Prodi S1 Ilmu Keolahragaan FIKK
Unesa Tahun 2024–2031. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan penelitian
telah berjalan dan menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan arah pengembangan
keilmuan serta tema unggulan Program Studi.
Pada tahun 2024 tercatat 6 kegiatan
penelitian dengan total pendanaan sebesar Rp145.000.000. Sebagian besar
penelitian dilaksanakan melalui skema Penelitian Dasar FIKK, yaitu 5 penelitian
dengan total dana Rp115.000.000, sedangkan 1 penelitian dilaksanakan melalui
skema Penugasan Koordinator Prodi dengan dana Rp30.000.000. Komposisi tersebut
mencerminkan karakter penelitian pada fase awal roadmap yang menekankan
penguatan dasar dan konsolidasi penelitian.
Dari aspek substansi, penelitian tahun
2024 telah mencakup berbagai bidang yang relevan dengan pengembangan ilmu
keolahragaan, antara lain performa atlet, pembinaan olahraga, olahraga tradisional,
kesehatan dan perilaku, evaluasi program olahraga, serta respons fisiologis
terhadap latihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penelitian telah
memberikan kontribusi terhadap beberapa tema unggulan roadmap, terutama Ilmu
Keolahragaan, Pembinaan Olahraga, Teknologi Olahraga dan Kesehatan, serta
Evaluasi Olahraga dan Kesehatan.
Pelaksanaan tersebut dinilai sesuai dengan
Tahap 1: Penguatan Dasar dan Konsolidasi tahun 2024–2025, yang
menempatkan penguatan fondasi penelitian, peningkatan kompetensi peneliti,
pemetaan potensi riset, pembangunan budaya akademik berbasis penelitian, dan
pengembangan tema unggulan sebagai prioritas. Dengan demikian, penelitian tahun
2024 telah memberikan fondasi yang cukup baik bagi pengembangan ekosistem penelitian
Program Studi pada periode selanjutnya.
Meskipun demikian, hasil evaluasi
menunjukkan bahwa pengembangan penelitian masih perlu diarahkan pada
peningkatan produktivitas, kolaborasi, diversifikasi pendanaan, kualitas
luaran, keberlanjutan penelitian, publikasi, HKI, dan hilirisasi hasil
penelitian. Penguatan aspek-aspek tersebut diperlukan agar penelitian tidak
berhenti pada tahap menghasilkan temuan ilmiah, tetapi mampu berkembang menjadi
model, instrumen, prototipe, produk, layanan, maupun rekomendasi kebijakan yang
dapat memberikan manfaat lebih luas.
Ke depan, hasil penelitian dasar yang
telah dikembangkan pada tahun 2024 perlu ditindaklanjuti melalui penelitian
lanjutan dan penelitian terapan. Strategi ini penting untuk mempersiapkan
Program Studi memasuki Tahap 2: Pengembangan dan Integrasi tahun 2026–2027,
yang diarahkan pada pengembangan model, prototipe, produk inovatif, teknologi
aplikatif, integrasi sport science, teknologi, kesehatan, dan industri
olahraga.
Evaluasi berkala ini diharapkan menjadi
bagian dari siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut
yang dilaksanakan secara konsisten. Setiap hasil evaluasi perlu digunakan
sebagai dasar untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pengelolaan
penelitian, memperkuat kapasitas dosen dan kelompok riset, serta meningkatkan
kontribusi penelitian terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, implementasi roadmap
penelitian diharapkan mampu membangun budaya akademik yang semakin kuat,
meningkatkan produktivitas dan daya saing penelitian, memperluas jejaring
kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap
prestasi olahraga, kesehatan masyarakat, pengembangan industri olahraga, dan
kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan pelaksanaan yang terarah dan evaluasi yang
berkelanjutan, Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan diharapkan mampu mewujudkan
ekosistem penelitian yang unggul, adaptif, inovatif, profesional, dan
berdaya saing global, sebagaimana arah visi Program Studi.